Search

Sabu Seberat 1,2 Ton Diamankan dari Kapal Taiwan

Barang bukti sabu seberat 1,2 ton yang berhasil diamankan petugas gabungan. (foto:gus)
Barang bukti sabu seberat 1,2 ton yang berhasil diamankan petugas gabungan. (foto:gus)

Batam,reportasenews.com – Aparat gabungn TNI AL, BNN, Bea Cukai dan kepolisian berhasil mengamankan sabu seberat 1,2 ton dan empat ABK asal Taiwan Kapal Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, dengan kordinat 01.08.722 U/103.48.022 T.‎ Namun jumlah sabu itu berpotensi bertambah, karena belum semua isi kapal dibuka. Anjing pelacak yang mencium keberadana sabu fly.

Wakasal Laksda Achmad Taufiquerrochman‎, Sabtu (10/2) mengungkapkan kondisi anjing pelacak yang diperbantukan BNN ke TNI AL. “Sekarang yang sudah terungkap, 1 ton lebih sabu. Belum bongkar semua, jadi masih belum selesai. Anjing yang mencium sabu, fly. Jadi setelah tenang baru kita operasikan,” ungkap Taufiq didampingi Arman Depari dari BNN, Kapolda Kepri, Dirjen BC, Pangarmabar, Guskamlabar Danrem dan lainnya. ‎

Menurut Taufiq, sejak diikuti tahun lalu, kapal itu sebenarnya membawa 3 ton lebih, sesuai informasi intelijen. Namun kapal itu sempat memasok ke Australia seberat 1,3 ton. Sehingga seharusnya masih ada 1,7 ton sabu dalam kapal. Keempat orang tersangka, mengaku tidak saling kemungkinan. Diduga, untuk memutus jaringan, pelaku yang menjadi anak buah kapal, gantian‎. ‎

“Informasi dari Australia, ditemukan disana 1,3 ton.‎ Jadi ada kemungkinan 1,7 ton. Tapi akan kita buka lagi isi kapal, karena belum semua. Kita juga akan dalami apakah diproduksi dikapal atau tidak,” sambungnya.‎

Empat tersangka warga negara asal Taiwan yang berhasil titangkap petugas. (foto:gus)

Empat tersangka warga negara asal Taiwan yang berhasil titangkap petugas. (foto:gus)

Sabu itu diakui awalnya saat ditangkap, masih terkait dengan ilegal fishing. Walau kapal itu diincar, namun namanya sudah berubah. Sementara sabu-sabu itu ditumpuk bersama beras dalam kapal. “Sehingga kita awalnya kita kira itu beras yang menjadi stok logistik mereka,” jelas Taufiq.

Demikian, setelah meneliti surat-suratnya, akhirnya ditemukan jika kapal itu merupakan kapal yang diincar selama ini. Sehingga TNI AL, meminta bantuan anjing pelacak dari BNN. “Cuma karena anjing teler, kita hentikan dulu. Tapi nanti BNN akan kirim tambahan anjing pelacak,” imbuhnya.

Diakui, operasi pengungkapan ini dibackup Mabes TNI sejak akhir tahun 2017 lalu. Mereka juga melakukan koordinasi dengan BNN, Bea Cukai dan Polri. “Inilah bentuk koordinasi kita dengan semua pihak. Jadi hari ini saya serahkan ke pak Arman Depari dari BNN. Inilah yang paling besar,” katanya lagi.

Dibeberkan Taufiq, dari pantauan mereka tahun 2017 akhir dan pendalaman terbaru dilakukan, sabu itu akan dibawa ke Australia. Namun dari instasi TNI AL membuka peluang hal lain. Diantaranya untuk memasok sabu lewat pantai Selatan Indonesia di Lampung.

“Sementara pendalaman, akan ke Australia. Tapi boleh juga ke pantai Selatan Indonesia, karena beberapa temuan ada dipantai di Lampung dan lainnya,” bebernya.

Kembali terkait kronologis pengungkapan, mereka ikuti tahun lalu di Selatan Indonesia, yang menjadi ZEE. Mereka menghindari pergerakan aparat. Saat dikejar, mereka bergerak dari ZEE. Kemudian bergerak lagi dan KRI Sigurot menemukan ciri kapal yang saat itu. Tapi namanya sudah berubah jadi Sunrise Glory dari Sunden Ching 66.

“Kemudian Kamis kita koordinasi ke BNN dan ke pak Arman Depari, kita informasikan dan menurunkan timnya kesini dan kita bongkar,” bebernya.

Mereka tetap akan memantau potensi peredaran sabu dilaut, karena mereka konsen menjaga sesuai amaat Presiden RI, Joko Widodo. Dalam kapal ditemukan empat bendera negara yang berbeda. Kapal ikan Taiwan itu memiliki juga surat dari Indonesia, tahun 2014. Namun surat itu fotocopy. “Seharusnya surat jalan harus tahun 2018. Tapi kita dalami nanti,” cetus dia.

Selanjutnya, selain akan melanjutkan pengungkapan sabu didalam kapal itu, TNI AL juga akan ‎memberikan penghargaan terhadap aparat TNI dari KRI Sugurot. “Besok Panglima TNI akan berkenan hadir disini untuk memberikan penghargaan,” imbuhnya mengakhiri.(gus)

 




Loading Facebook Comments ...