Search

Saprahan, Tradisi Cinta Makanan Tradisional

Tradisi Saprahan
Tradisi Saprahan

PONTIANAK, RN.COM – Maraknya makanan fast food atau makanan siap saji dari negara luar yang mulai merambah di kalangan remaja, perlu disikapi dengan mengenalkan makanan-makanan tradisional termasuk budaya dan cara menyajikannya.

Hal ini disampaikan Walikota Pontianak, Sutarmidji kepada wartawan usai membagikan hadiah bagi pemenang lomba makanan saprahan di Rumah Adat Melayu Pontianak, Kamis (15/9).

“Melalui festival ini para pelajar diharapkan memahami budaya saprahan. Jangan sampai makanan-makanan tradisional kita tergerus oleh makanan-makanan asing yang datang dari luar,”  ujar, Sutarmidji.

Sutarmidji menilai, Festival Saprahan ini sudah lumayan baik meskipun baru pertama kali digelar untuk tingkat SMA/SMK.

“Ke depan, seluruh SMA/SMK khususnya sekolah se-Kota Pontianak diwajibkan mengikuti festival ini,” samungnya.

Sutarmidji mengingatkan agar agenda budaya seperti festival saprahan ini menjadi agenda rutin tahunan terutama bagi dunia pariwisata.

Dalam mengikuti lomba saprahan ini tidak hanya sekadar melihatnya dari sisi kompetisi antara peserta, tetapi bagaimana siswa bisa melestarikan pakaian adat, menjaga adat istiadat, mengenal makanan tradisional, mengetahui cara menyajikan makanan dan memaknai filosofi yang terkandung di dalam saprahan.

Sementara menurut Ketua PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji event yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Pontianak yang jatuh pada bulan Oktober ini sangat baik bagi peserta pelajar.

“Festival ini bagus supaya para pelajar mengetahui tata cara penyajian saprahan dan budaya Melayu Pontianak sebagai upaya pelestarian budaya sehingga tidak tenggelam ditelan zaman,” tuturnya.

Saprahan dalam adat istiadat melayu berasal dari kata “saprah” yang artinya berhampar, yakni budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok yang terdiri dari enam orang dalam satu kelompoknya.

Dalam saprahan, semua hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah beserta peralatan dan perlengkapannya mencakup kain saprahan, piring makan, kobokan beserta serbet, mangkok nasi, mangkok lauk pauk, sendok nasi dan lauk serta gelas minuman.

Untuk menu hidangan diantaranya, nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas/terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya. Kemudian untuk minuman yang disajikan adalah air serbat berwarna merah. (ds)




Loading Facebook Comments ...