Search

Satu Pasien PDP di Singkawang Meninggal, Hasil Rappid Test Negatif Corona

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson. (foto:das)
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson. (foto:das)
Pontianak, reportasenews.com – Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin laki-laki berusia 12 tahun, warga Singkawang yang pulang dari luar Kalbar yang statusnya menunggu konfirmasi Laboratorium Balitbang Kemenkes RI, meninggal dunia pada Kamis (2/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Pasien di duga menderita Meningoencaphalitis TB. Hasil rapid testnya negatif.
“Pasien dalam pengawasan ini  pulang dari Jawa Timur, terus demam batuk sesak lalu hampir koma, masuk ICU di rumah Sakit Harapan Bersama, Singkawang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson.
Harisson menjelaskan pasien anak laki-laki berusia 12 tahun. Anak ini pulang dari Jawa Timur pada  20 Maret 2020. Tiga hari  kemudian, pasien ini mengalami demam batuk sesak kemudian menjalani perawatan  di rumah sakit Harapan bersama Singkawang selama satu minggu di ruang ICU, dan  dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang, dan masuk ruang isolasi dengan ventilator.
“Pasien ini meninggal tadi pagi pukul 8 di Rumah Sakit Abdul Azis dan sejak diruang ICU rumah sakit Harapan bersama pasien dalam keadaan hampir koma sofororematus dan pasien ini rapid test negatif,” bebernya.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut masuk dan dirujuk ke RSUD dr Abdul Aziz Singkawang pada Minggu (29/3) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Pasien Dalam Pengawasan tersebut merupakan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun habis dari pulang Pondok Pesantren di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur.
Sebelumnya Pasien Dalam Pengawasan ini mengalami batuk-batuk dan demam sekitar dua bulan lalu kemudian pada minggu terakhir kondisi pasien mengalami penurunan dengan cepat, gangguan kesadaran dan sesak nafas.
Berdasarkan diagnosa tim medis, pasien tersebut mengalami infeksi paru-paru, dan infeksi otak,  namun apakah terkait positif Covid-19 atau bukan, pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta.
Senin kemarin sampelnya dikirim  ke Laboratorium Kemenkes RI di Jakarta, tinggal menunggu hasilnya.
Meskipun belum keluar hasil dari Laboratorium Kemenkes RI, bahwa pemulasaran dan pemakaman jenazah harus sesuai dengan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19. (das)



Loading Facebook Comments ...