Search

SBY Setujui Usulan Agar Parpol Majukan Kader Perempuan di Pemilu 2019

Susilo Bambang Yudhoyono (foto:ist)
Susilo Bambang Yudhoyono (foto:ist)

Jakarta,reportasenews.com – Puluhan perempuan anggota lintaspartai politik yang tergabung dalam tiga organisasi perempuan dipimpin GKR Hemas menemui Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Selasa (05/12).

Mereka menyampaikan naskah “Peta Jalan Perjuangan Perempuan Menuju Pemilu Serentak 2019” yang dirumuskan Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPP RI), Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), dan Maju Perempuan Indonesia (MPI).

GKR Hemas yang memimpin rombongan menyatakan, menjelang Pemilu 2019, banyak hal yang perlu dikerjakan untuk memastikan  meningkatnya keterwakilan perempuan di parlemen. “Untuk itu, kami membangun jejaring ini dengan tujuan mendorong demokrasi bernegara yang kuat dan baik secara substansial dan prosedural, dan meningkatan keterwakilan perempuan dalam politik,” tutur Hemas mengawali pembicaraan.

GKR Hemas, Ketua Presedium Nasional KPP RI, kemudian memperkenalkan seluruh anggota rombongan yang terdiri dari Ketua Umum KPPI, Dwi Septiawati Djafar, Koordinator MPI, Lena Maryana Mukti, dan wakil dari sepuluh partai peserta Pemilu 2019. “Semua partai politik terwakili oleh kader perempuannya yang hadir saat ini,” tutur Hemas sambil menyebut anggota DPR RI, Melani Leimena Suhari dan Erma Suryani Ranik (Demokrat), Ammy Amalia Fatma Surya (PAN), Hetifah Sjaifudian (Golkar), dan Wa Ode Hamsinah Bolu (DPD RI)

Menjawab pernyataan GKR Hemas, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, menyatakan kegembiraannya menerima kedatangan delegasi politik perempuan yang terdiri dari lintaspartai dan aktivis perempuan non partisan itu. “Betapa indahnya kebersamaan. Tidak harus terkotak-kotak ketika kita mengedepankan kepentingan bernegara,” katanya.

Empat komitmen

Dalam pertemuan, GKR Hemas menyampaikan empat komitmen yang diharapkan dilakukan Partai Demokrat untuk Pemilu 2019. Pertama, membuat pendidikan khusus kader perempuan dengan tema spesifik guna menghadapi Pemilu. “Kami percaya, kader yang tahu dan paham betul regulasi Pemilu 2019 akan lebih siap dan percaya diri memenangkan pemilihan,” tutur Hemas.

Kedua, memberi dukungan khusus pada kampanye kader perempuan yang umumnya kesulitan dalam pendanaan. Ketiga, menempatkan kader perempuan pada nomor urut satu minimal di 30 persen Daerah Pemilihan (dapil) yang menjadi kantong suara Partai Demokrat. “Banyak kasus pada Pemilu lalu perempuan ditempatkan di nomor urut satu, namun bukan di dapil kantong suara partai. Akibatnya, tetap sulit terpilih,” ujar Hemas.

Keempat, membantu memastikan kader partai yang telah bergerak selama ini di suatu dapil tidak dipindahkan ke dapil lain yang menyulitkan.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, SBY menyatakan setuju sepenuhnya. “Perempuan sudah saatnya mengambil tampuk kepimpinan. Akan ada masa di mana mimpi indah perempuan dan laki-laki jumlahnya seimbang di legislatif maupun eksekutif,” tutur SBY.

SBY mengajak perempuan Indonesia yang ingin menjadi anggota legislatif atau pun kepala daerah untuk terlebih dahulu membayangkan permasalahan yang akan dihadapi pada periode 2019-2024. “Jumlah penduduk dunia akan bertambah dari tujuh miliar menjadi 9 miliar,” kata SBY.

Pertambahan itu secara demografi akan menambah tekanan ke semua aspek kehidupan. “Pada 2030, diperkirakan dua per tiga penduduk dunia akan tinggal di perkotaan,” tutur SBY.

Kemajuan teknologi akan mengubah perilaku dan corak masyarakat Indonesia. Kemiskinan global karena krisis politik seperti di Myanmar dengan isu Rohingya, perubahan iklim, kejahatan transnasional, akan menjadi karakter dunia. “Pemimpin-pemimpin perempuan ikut megambil tanggung jawab dan tampil untuk memimpin dalam menjawab tantangan tersebut,” harap SBY.

“Ini harus menjadi semangat dan idealisme kaum perempuan. Apa pun partainya. Rakyat ingin kedamaian, rukun, keadilan, dan menurunnya kemiskinan,” tutur SBY.

Menanggapi kesulitan pendanaan kampanya kader perempuan, SBY menyatakan sepakat bahwa alokasi dana khusus untuk pemberdayaan perempuan penting karena tindakan afirmatif seperti iti masih relevan dalam konteks masyarakat saat ini.

SBY selain didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Melani Leimena Suharli, dan Erma Suryani Ranik, tampak hadir perempuan Partai Demokrat. Antara lain, Indrawati Sukadis, Titik Budhi Santoso, Andi Timo, Aliyah Ilham, Lis Dedeh, Firliana Purwanti.

Menurut keterangan KPP RI, kunjungan ke SBY ini bagian dari safari kaum perempuan politik dan aktivis non partisan menemui semua pemimpin partai politik peserta Pemilu 2019 dengan tujuan yang sama.(*)




Loading Facebook Comments ...