Search

Sedulur Ngaji, Ajak Ratusan Warga Binaan Rutan Situbondo Bersholawat 

Ratusan warga binaan Rutan kelas II B Situbondo, mengikuti kegiatan “Rutan Bersolawat” (foto:fat)
Ratusan warga binaan Rutan kelas II B Situbondo, mengikuti kegiatan “Rutan Bersolawat” (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Ratusan warga binaan Rutan kelas II B Situbondo, mengikuti kegiatan “Rutan Bersolawat”. Dalam pelaksanaannya, mereka membacakan sholawat bersama Jamaah Padang Bulan pimpinan KH. Mas Faqih Ali.

Namun, sebelum bersolawat  ratusan  warga binaan Rutan kelas II B Situbondo, mereka melakukan khataman Alquran. Kegiatan Rutan Bersholawat dengan tema “Sedulur mengaji dan solawat bersama padang bulan”

H Imron Rosidi, selaku koordinator  kegiatan Rutan Berselawat  mengatakan, acara tersebut dilaksanakan dalam rangka Rajabiyah dan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. “Dengan harapan, rohani warga binaan terisi dengan nilai-nilai kegamaan,” katanya.

Menurutnya,  kegiatan ini diharapkan  menjadi obat bagi warga binaan yang sedang menjalani hukuman di Rutan Situbondo. “Ini panggilan nurani saya sebagai mantan warga binaan untuk memberikan sentuhan spiritual dan rohani,”bebernya.

Dia menambahkan, ini sekaligus untuk merubah stigma masyarakat yang menganggap warga binaan merupakan sampah masyarakat. “Kita harus membuktikan, ketika keluar nanti bisa melakukan hal-hal yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujar H. Imron.

Dia menerangkan, ada dua model pembinaan yang dilakukan di Rutan Situbondo. Yaitu pembinaan kepribadian dan ketermapilan. “Kepribadian itu tentu har us ada sentuhan-sentuhan kegamaan,” katanya.Imron berterimakasih kepada struktural Rutan Situbondo yang telah memberikan dukungan penuh atas terselanggaranya Rutan Bersoawat. Tanpa suport dari pimpinan dan segenap pegawai, acaranya tidak bisa terlaksana dengan sukses.

Kepala Rutan Situbondo, Alip Purnomo berharap, dengan acara solawatan itu, warga binaan terisi jiwanya dengan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, dia juga berharap, tugas pembinaan yang dilakukan rutan akan lebih mudah. “Karena ke depan tugas-tugas pembinaan akan semakin berat,” katanya.

Sementara itu, KH. Mas Faqih Ali menyampaikan, para penghuni tahanan bukanlah orang yang tidak baik budi pekertinya. Sebaliknya, belum tentu orang di luar rutan termasuk orang-orang mulia. “Siapa tahu saudara-saudara malah lebih mulia di hadapan Allah,” katanya di hadapan warga binaan.

Karena itu, status sebagai tahanan bukan malah membuat berputus asa. Akan tetapi itu menjadi kesempatan yang baik untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. (fat)

 




Loading Facebook Comments ...