Search

Sehari Dua Warga Situbondo Meninggal Akibat Covid-19

Situasi penolakan keluarga EM di kamar mayat RSU dr Abdoer Rahem Situbondo.(foto.fat)

Situbondo, Reportasenews – Dalam satu hari dua warga Situbondo meninggal dunia akibat virus corona atau Covid-19, keduanya meninggal dunia setelah menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (13/9/2020).

Dua warga Situbondo yang meninggal dunia akibat Covid-19. Masing-masing adalah, perempuan paruhbaya berinisial EM (66), asal Kecamatan Mlandingan, dia meninggal dengan status suspect Covid-19, dan perempuan berinisial TR( (60) asal Kecamatan Panarukan, dia meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, salah seorang warga Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19. Pria paruhbaya berinisial JM (54) ini meninggal dunia, setelah menjalani rawat inap di RS Elizabeth Situbondo. 

Pantauan Reportasenews.com dilapangan, kedua warga Situbondo itu meninggal dunia hanya berselisih menit. Itupun terjadi  setelah keduanya sama-sama menjalani rawat inap di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, Jawa Timur.

Bahkan, keluarga EM sempat menolak untuk dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, mengingat EM meninggal dunia dengan status suspect Covid-19. Namun, setelah diberi penjelasan, akhirnya keluarga EM mau menerima pemulasaran jenazahnya sesuai protokol kesehatan Covid-19, tapi dengan syarat tidak menggunakan peti jenazah. 

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro membenarkan dalam sehari dua warga Situbondo meninggal dunia akibat Covid-19, khusus untuk EM meninggal dunia dengan status suspect Covid-19, sedangkan TR meninggal dunia status terkonfirmasi positif Covid-19.

“Meski  keduanya meninggal dunia dengan status yang berbeda, namun pemulasaran jenazahnya dilakukan sesuai  dengan protokol kesehatan Covid-19,”kata Dadang Aries Bintoro, Minggu (13/9/2020).

Menurutnya, selain terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan petugas medis RSU Situbondo,  perempuan berinisial TR juga mempunyai penyakit bawaan paru-paru diabetes, sedangkan EM mempunyai penyakit bawaan diabetes.

“Selain itu, keluarga EM sempat menolak dilakukan pemulasaran jenazah sesuai protokol kesehatan Covid-19, namun setelah diberi pemahaman, akhirnya keluarga EM menerima pemulasaran jenazahnya sesuai protokol Covid-19,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...