Search

Selundupkan Khatinon 55 Kg, Wanita Ethopia Ditangkap di Batam

Petugas gabungan periksa barang bukti narkotika jenis daun katinon. (Foto:gus)
Petugas gabungan periksa barang bukti narkotika jenis daun katinon. (Foto:gus)

Batam,reportasenews.com – Kantor Bea dan Cukai kota Batam menggelar konfrensi pers bersama aparat gabungan dari Ditresnarkoba Polda Kepri, BNN Provinsi Kepulauan Riau dan Ditrektorat Pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim Batam (Kamis,11/01/2018) atas keberhasilan petugas gabungan membongkar dan mengamankan seorang wanita pemilik narkotika jenis daun Khatinon asal Ethiopia.

Wanita cantik bernama lengkap Yatrika Faradiba ditangkap oleh aparat gabungan saat mendatangi kantor pos yang terletak di daerah Batam Center.

Saat diamankan petugas, narkotika jenis daun khatinon seberat 55 kilogram yang disimpan dalam 5 kardus berukuran besar. Menurut Kabid BKLI bea dan cukai batam Raden Evy Suhartantyo mengatakan, pengungkapan jaringan penyelundupan 55 kilogram daun Khat ini berawal dari kecurigaan petugas bea cukai saat melakukan pemeriksaan paket yang berasal dari Negara Eithopia tujuan Batam melalui pengiriman PT Pos Indonesia.

“Petugas bea cukai yang bertugas di Kantor Pos Pasar Baru Jakarta mencurigai kiriman 5 kardus dengan alamat tujuan batam, kemudian meneruskan informasi tersebut untuk ditindak lanjuti oleh petugas bea cukai Batam yang dibantu aparat gabungan lainnya”Ujar Evy.

Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, barang tersebut dipesan melalui negara Eithopia yang kemudian dibawa melalui beberapa negara seperti India,Thailand,Malaysia dan Jakarta hingga akhirnya sampai ke Kantor Pos Batam Center sesuai alamat yang tertera bahwa pemilik barang tersebut di Kota Batam.

Sementara tersangka Yatrika merupakan warga Batam yang tinggal di perumahan Cipta Puri, Tiban Kecamatan Sekupang.

Yatrika berkilah bahwa barang tersebut merupakan pesanan milik kerabatnya di Malaysia untuk diserahkan pada seseorang yang tinggal di Batam.

Setelah mendapatkan keterangan dari Yatrika Faradiba pihak Direktorat Narkoba dan Bea Cukai Batam melakukan pencarian identitas pemesan yang berada di Malaysia, ternyata merupakan pengungsi dari Yaman yang memonitor kiriman barang tersebut.

“Pengirim diduga kuat jaringan internasional warga negara Yaman, tinggal di Malaysia untuk memonitor setiap pengiriman barang narkotika untuk diselundupkan masuk ke Indonesia”kata Evy.

Pengiriman daun khatinon ternyata menjadi bisnis yang menggiurkan bagi jaringan narkotika internasional,dari hasil verifikasi pengiriman barang narkotika jenis daun khatinon ini sudah 12 kali dilakukan dan berhasil lolos dari pengawasan petugas.

Evy menambahkan,daun khatinon biasanya dikemas dalam kantongan kresek dan dikemas di dalam karton berukuran besar biasanya dilaporkan sebagai bahan baku untuk pembuatan kue.

Sementara daun Khatinon ini sendiri diketahui terbilang baru ditetapkan sebagai bahan narkotika,daun Khatinon digunakan untuk menjadi bahan baku pembuatan ekstasi.Sebelum ditetapkan masuk dalam daftar golongan-I narkotika,peredaran daun Khatinon juga sempat marak tumbuh subur di Indonesia terutama didaerah Jakarta, Bogor dan Semarang.

Kini tersangka beserta barang bukti seberat 55 kilogram diserahkan ke ditresnarkoba polda kepri untuk ditindak lanjuti dalam penyelidikan dan penyidikan.

Atas perbuatan tersangka dijerat pasal 114 ayat 2 dan Pasal 113 ayat 2 ancaman maksimal hukuman mati.(gus)




Loading Facebook Comments ...