Search

Sempat Buron, Pelaku Pembacokan Pelajar SMK di Probolinggo Dibekuk

Tersangka penganiayaan Amirudin saat dilakukan penyidikan di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(dic)
Tersangka penganiayaan Amirudin saat dilakukan penyidikan di Mapolres Probolinggo Jawa Timur.(dic)

Probolinggo, reportasenews.com –  Pelarian pelaku penganiayaan disertai pembacokan, yang dilakukan Amarudin (22) akhirnya berakhir sudah. Tersangka amirudin warga Kelurahan Jrebeg Wetan, Kecamatan Kedupok, Probolinggo  dibekuk petugas Satreskrim Polres Probolinggo,di dekat Rusunawa Mayangan, Selasa (21/11) setelah sempat buron dan menjadi daftar pencarian orang (DPO)

Sebelumnya, tersangka Amiruddin  melakukan pengaiayaan dan pembacokan terhadap siswa SMKN 2 Kota Probolinggo, di Desa/Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Korban Naufal (18) dikeroyok dua pelaku yakni Amaruddin dan inisial B, warga Kecamatan Kedopok, Kota setempat. Namun, B yang merupakan rekan Amirudin, hingga kini masih menjadi DPO.

Saat dilakukan penyidikan di Mapolres Probolinggo, tersangka  yang mengaku  selama mejadi buronan sekitar 7 bulan, dirinya berpindah-pindah tempat. Mulai dari ke Jember, Pasuruan dan daerah lainnya.”Selama menjadi buronan, saya menjadi anak punk di jalanan dan berpindah-pindah tempat,”ujarnya.

Tersangka Amaruddin membantah telah menganiaya korban Naufal. Sebab, dirinya hanya ikut mengantar B yang kini masih buron. Nah, saat itu inisial B yang telah menusuk korban Naufal, karena masalah hutang piutang pada palaku.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan, kasus penganiayaan dan pemberatan di Desa/Kecamatan Sumber, 24 April 2017 lalu kini sudah diamankan satu orang tersangka Amaruddin. Saat ini tersangka kami periksa secara intensif, untuk dilakukan mengembangan.

”Selama ini tersangka Amarudin ini berpindah-pindah. Hasil penyelidikan, kasus penganiayaan berat itu dilakukan oleh tersangka Amaruddin bersama inisial B yang kini masih DPO,”terang AKP Riyanto, kepada wartawan. Tersangka pun terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan

“Amaruddin, merupakan eksekutor penganiayaan terhadap korban Naufal. Kasus penganiayaan tersebut dilatarbelakangi, korban Naufal yang meminta inisial B untuk membayar hutang atas kerusakan sepeda motor korban. Karena kesal ditagih terus, akhirnya B pun merencanakan untuk menganiaya korban Naufal,”tutup mantan Kasat Reskrim Polres Pasuruan ini.(dic)




Loading Facebook Comments ...