Search

Seni Jaran Bodag Khas Kabupaten Probolinggo

Ratusan masyarakat Kabupaten Probolinggo melakukan atraksi seni Jaran Bodag yang juga merupkan tradisi warga untuk memeriahkan HUT RI ke-72.(foto: dic)
Ratusan masyarakat Kabupaten Probolinggo melakukan atraksi seni Jaran Bodag yang juga merupkan tradisi warga untuk memeriahkan HUT RI ke-72.(foto: dic)

Probolinggo, reportasenews.com – Sebuah seni budaya bernama Jaran Bodag, yang hingga kini masih tetap bertahan dan tetap dilestarikan oleh masyarakat Kabupaten Probolinggo. seni budaya asli Probolinggo itu dikirap secara kolosal, untuk memeriahkan HUT kemerdekaan RI.

Kirap seni budaya Jaran Bodag ini bahkan disuguhkan dari setiap Desadi Kabupaten Probolinggo. Pertunjukan ini berjalan secara arak-arakan hingga menempuh jarak sejauh 3 (tiga) kilometer, yang dilaksnakan di Kecamatan Lumbang Kabupaten setempat, Rabu (23/8).

Kegiatan ini diikuti ratusan orang peserta terdiri dari puluhan Jaran Bodag, mereka berperan sebagai selempangan. Pagelaran budaya tradisional ini dimulai sejak kerajaan Majapahit.

Dikutip dari sejarah tersebut, seni budaya tradisional ini dibuat oleh Mbah Namengjoyo yang babat alas Lumbang kurang lebih sejak tahun 1700. Keunikannya bagi yang menunggangi bodag sambil pegangi kepalanya akan terbukti seperti menunggang kuda aslinya.

Dari keterangan yang disampaikan para sesepuh di Desa Lumbang, bahwa seorang bernama Mbah Nameng Joyo, mempunyai keinginan tersendiri agar warga membuat dobong/bodag untuk menciptakan kesenian budaya sekaligus mensyiarkan kegiatan keagamaan tentunya agama Islam. Sejak itulah Jaran Bodag menjadi berkembang dan disukai masyarakat serta dijadikan kesenian budaya tradisional khas Lumbang bahkan Kabupaten Probolinggo.

Jaran Bodag asli membawa keunikan tersendiri. Dimana kepala jaran bodag akan bergoyang sendiri kalau sampai lupa diberikan sesaji di malam Jumat manis atau hari-hari sakral yang sampai sekarang Jaran Bodag yang asli berada Dungmamo Desa Branggah.

Kepala Desa Lumbang Asmun menjelaskan bahwa kirap Jaran Bodag perlu terus diangkat. Pagelaran Jaran Bodag merupakan warisan budaya nenek moyang yang dilaksanakannya untuk melestarikan budaya tradisional dan menghidupkan kembali seni tradisional asli Lumbang sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72.

“Budaya ini tidak boleh mati, selamanya harus tetap dihidupkan, karena ini telah menjadi tradisi turun temurun sejak dahulu kala, yang telah dimiliki masyarakat Kabupaten Probolinggo. Harapannya, agar seni budaya ini bisa dikenal masyarakat luar daerah,” ujar Kades Asmun, usai kegiatan Jaran Bodag, Selasa (22/8).

Camat Lumbang Bambang Heri Wahjudi menjelaskan seni budaya tradisional Jaran Bodag ini harus dikembangkan. Terlebih, Jaran Bodag yang berasal dari Lumbang ini merupakan sebuah potensi seni budaya yang unik dan dapat menarik simpatik bagi para wisatawan baik daerah maupun manca negara.(dic)




Loading Facebook Comments ...