Search

Senyum, Gaya dan Karir Panglima Berkumis Tebal

Marsekal Hadi Tjahjanto.  (foto:ist)
Marsekal Hadi Tjahjanto. (foto:ist)

Jakarta,reportasenews.com – Senyum merekah di wajah pria berkumis tebal itu. komisi 1 yang melakukan rapat internal tertutup usai uji kepatutan dan kelayakan  sejak Rabu (6/12/2017) pagi, telah menyetujui  pengganti Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo .

Serta merta raut bahagia terpancar di wajah Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto.  Sontak teman-temannya sesama angkatan 1986 di Akademi Militer yang hadir selama uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI turut bersuka cita dengan pengumuman tersebut.
Hadi langsung dibopong oleh dua rekannya, salah satu yang terlihat adalah Widyaiswara Utama Sespim Polri Irjen Pol Ilham Salahudin. Hadi diarak menuju pintu keluar Nusantara II DPR.

Suasana jadi agak ramai dan gembira, setelah tiba di depan pintu Nusantara II, sejumlah personel TNI mengajak Hadi berfoto.

Hadi tak banyak berkomentar atas persetujuan yang diberikan Komisi I kepada dirinya menjadi Panglima TNI. Dia hanya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya.

“Syukur Alhamdulillah berkat doa teman-teman semua,” ucap  mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara 2013-2015 ini.

Penampilan Hadi yang khas dengan rambut dan kumis tebal nya membuat awak media  penasaran,  Wartawan menanyakan apakah Hadi akan mengubah penampilannya setelah dilantik menjadi Panglima TNI.

Marsekal Hadi menyatakan bakal mempertahankan penampilannya.
“Ini sudah style dan saya adalah saya, jabatannya adalah Panglima TNI,” kata Hadi sambil mengumbar tawa di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Presiden Joko Widodo memilih Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI untuk menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret 2018.

Pria kelahiran Malang, 8 November 1963, itu kini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Ia dilantik sebagai KSAU pada 18 Januari 2017.

Hadi menempuh pendidikan militer di Akademi Angkatan Udara pada 1986 dan Sekolah Penerbang TNI-Angkatan Udara pada 1987.

Memulai kariernya sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Hadi banyak menghabiskan waktunya di Skadron ini

Ia mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut. Adapun tugas Hadi saat itu adalah menjadi pilot pesawat angkut Cassa.

Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan . Selepas itu, tahun 1996 ayah dua putra itu tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Dia berganti memimpin pesawat angkut berat sebagai Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh

Karirnya terus menanjak hingga  menjabat Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, pada 2010-2011.

Pada tahun 2013-2015, ia diberi tugas sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara.

Kemudian pada tahun 2015, Hadi kembali ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang, sebagai Komandan Lanud.

Pada tahun yang sama, ia sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016.

Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi menjabat Irjen Kementerian Pertahanan RI hingga 2017. (Red)




Loading Facebook Comments ...