Search

Siaga Karhutla, Apel Bina Karuna Kapuas Diikuti Ribuan Orang

Sejumlah kendaraan dari dinas kebakaran dan kendaraan water canon Polda Kalbar disiagakan untuk mencegah karhutla di Kalbar. (foto:das)
Sejumlah kendaraan dari dinas kebakaran dan kendaraan water canon Polda Kalbar disiagakan untuk mencegah karhutla di Kalbar. (foto:das)
Kubu Raya, reportasenews  – Meski sempat beberapa pekan timbul kabut asap akibat pembakaran lahan gambut di sejumlah daerah, termasuk di kota Pontianak, pada Rabu tanggal 24 Juli 2019 pukul 07.50 WIB di Jalan Angkasa Pura II, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ribuan orang ikut dalam Apel Siaga Bencana Karhutla Bina Karuna Kapuas.  Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol  Didi Haryono bertindak  sebagai Inspektur Upacara itu.
Semua unsur dari Kodam XII/Tanjungpura, Pemerintah Provinsi, Lantamal XII/Pontianak, Pemuda Pancasila, Ketua Damkar Swasta Kalbar,  Ateng Tanjaya dan anggotanya, Satpol PP Kalbar, Danramil se – Pontianak, Kapolsek se kota Pontianak, jajaran BPBN dan jajaran BPBD juga hadir dalam event tahunan itu.
“Apel Bina Karuna Kapuas ini kita harus saling mencegah terjadinya kebakaran hutan di Kalimantan Barat ini. Karena ini semua menjadi tanggung jawab kita sebagai warga Kalimantan Barat yang kita cintai ini. Oleh karena itu mari bapak – bapak dan ibu – ibu kita harus serius dalam menangani Karhutla ini, karena ini adalah ancaman buat kita semua,” kata Kapolda Kalbar, Didi  Haryono dihadapan peserta apel.
Didi berpesan dengan adanya apel Bina Karuna Kapuas ini, mari kita harus saling menjaga keamanan kebakaran hutan di Kalimantan Barat ini, karena dampak Karhutla ini akan mengakibatkan sangat fatal terhadap kerusakan lingkungan dan kesehatan semua makhluk hidup.
Didi menyebutkan ada beberapa akibat dari kebakaran hutan ini sebagai berikut timbul sakit asma dan infeksi saluran pernafasan, menganggu  pernapasan bagi anak anak kecil, membatalkan  penerbangan, mengganggu penyelenggaraan pendidikan terutama peserta didik akibat sekolah diliburkan, faktor kesehatan lansia menurun terdampak asap, serta kerusakan lingkungan yang semakin fatal serta dampak lainnya yang masih banyak lagi.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat meninjau kesiapan penanggulangan kebakaran hutan di Kalimantan Barat. (foto:das)

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono saat meninjau kesiapan penanggulangan kebakaran hutan di Kalimantan Barat. (foto:das)

“Adanya apel ini kita supaya bisa mencegah nya Karhutla, yaitu dengan cara selalu melihat hotspot, memberikan informasi kepada masyarakat bahayanya Karhutla, dan cara lain kerja sama dengan pabrik – pabrik yang ada di sekitar.  Selalu mengadakan patroli rutin dengan aparat yang ada karena ini sangat baik untuk pencegahan dini, dan para anggota yang ada selalu siap untuk melakukan Patroli dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab. Jalan terakhir yaitu dengan cara penegakkan hukum, hukuman yang berlaku yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Sebagai penutup, Didi berpesan kepada seluruh anggota operasi Bina Karuna ini harus penuh rasa tanggung jawab.
“Karena kalian lah yang harus bekerja keras untuk menjaga di sekitar kita ini, karena kalau kita bisa menjaga alam ini. Alam ini pun bisa menjaga kita, semoga Allah SWT selalu memberikan petunjuk nya demi kita menjaga tugas, khususnya di Kalimantan Barat ini,” pesan Didi bijak.
Tahun 2015 merupakan fenomena terjadinya kebakaran hutan  terbesar kalimantan barat selama 5 tahun terakhir. data menyebutkan seluas 2,6 juta hektar lahan di kalbar terbakar dan sekitar 504.000 orang terutama anak-anak terkena ispa, hilangnya keragaman hayati, terganggunya aktivitas ekonomi  karena terjadinya pembatalan penerbangan baik internasional maupun domestik di mana terjadi hampir di sebagian pulau besar Indonesia khususnya Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
Sebesar kurang lebih 220 triliyun rupiah kerugian ekonomi indonesia akibat karhutla. pada saat itu provinsi kalbar merupakan salah satu dari enam provinsi penyumbang asap terbesar di Indonesia.
Data hotspot di Kalimantan Barat pada tahun 2018, terdapat 2.842 titik api, dengan luas lahan yang terbakar 1.152,51 ha, dan berhasil di padamkan seluas 852,78 ha atau setara 73,99%. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang menjadi penyumbang asap terbanyak di Kalimantan Barat, oleh karena itu pelaksanaan apel gelar pasukan tahun ini dilaksanakan di kabupaten Kubu Raya dengan harapan dapat meningkatkan kepedulian dan tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga wilayah kabupaten Kubu Raya dari terjadinya karhutla.
Upaya Gakkum dengan mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum. Terdata sepanjang tahun 2018 terdapat 29 kasus karhutla yang ditangani polda kalbar dan jajaran dengan tersangka sebanyak 39 orang dan 1 orang korban meninggal dunia akibat karhutla. (das)



Loading Facebook Comments ...