Search

Sidak Harga Gabah, Bupati Situbondo dan Tim Gabungan Temui Petani

Bupati Dadang Wigiarto    bersama Adhekan, selaku   kepala Bulog Sub Divre Bondowoso dan tim gabungan, mereka menemui langsung para petani di areal sawahnya di Situbondo. (foto:fat)
Bupati Dadang Wigiarto bersama Adhekan, selaku kepala Bulog Sub Divre Bondowoso dan tim gabungan, mereka menemui langsung para petani di areal sawahnya di Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bersama tim Monev gabah Bulog Sub-Divre Bondowoso, Satgas ketahanan pangan Situbondo, TNI, Polri,  Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag,  Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, mereka meninjau langsung tata niaga gabah di Situbondo.

 

Bahkan, untuk mengetahui secara  langsung harga gabah ditingkat petani  Situbondo, Bupati Dadang Wigiarto    bersama Adhekan, selaku   kepala Bulog Sub Divre Bondowoso dan tim gabungan, mereka menemui langsung para petani di areal sawahnya di Situbondo.

 

“Selain bertujuan untuk mengetahui harga gabah ditingkat penati, namun sidak ini lakukan karena ada isu gabah yang ada di Kabupaten Situbondo  tidak boleh  dijual ke luar daerah Situbondo,  dengan alasan untuk memenuhi serapan gabah  Bulog,”kata Bupati Dadang Wigiarto, usai menemui petani di Desa/Kecamatan Kapongan, Situbondo, Selasa (13/3).

Menurutnya, selain  bertujuan untuk  mengontrol harga gabah ditingkat petani, namun tim gabungan juga  melakukan sosialisasi jika isu larangan petani  dilarang menjual gabah ke luar daerah itu tidak benar. Sebab, dengan adanya isu larangan tersebut, sebagian para petani Situbondo menunda untuk  tidak segera memanen padinya,  meski telah masuk waktu panen.

“Tentu hal ini akan membuat beras jadi jelek, sehingga untuk mengantisipasi keresahan para petani, kami bersama tim gabungan juga melakukan sosialisasi untuk menepis isu menyesatkan tersebut,”imbuh Bupati Dadang Wigiarto.

Bupati Dadang menegaskan, para petani bebas menjual gabahnga asalkan diatas harga jual yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp. 4.200 per kilo gramnya. “Jika harga jual gabah petani rendah, misalnya di bawah harga jual yang telah ditetapkan pemerintah, maka saya himbau petani lebih baik menjual gabahnya ke Bulog. Tapi, sebaliknya jika harga jualnya tinggi petani bebas menjual gabahnya ke mana saja,”bebernya.

Pantauan Reportasenews.com dilapangan, selain menemui langsung  petani Situbondo, Bupati Dadang Wigiarto dan Adhekan,  Kepala Sub Divre Bulog Bondowoso bersama satgas ketahanan pangan Situbondo dan petugas gabungan, mereka juga mengontrol ke sejumlah penggilingan  gabah padi di Kota Situbondo.(fat)




Loading Facebook Comments ...