Search

Sidang Kasus Kekerasan, Riski Dituntut 3 Tahun Penjara  

Terdakwa saat meinggalkan ruangan usai mengikuti sidang di PN Depok. (foto:ltf)
Terdakwa saat meinggalkan ruangan usai mengikuti sidang di PN Depok. (foto:ltf)

Depok,reportasenews.com  – Meski telah dewasa terdakwa atas nama Muhammad Alfandi (18) alias Riski alias Retak dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Wiyanti yang mengganti JPU Lira Apriyanti selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 75 juta atau apabila tidak dibayar digantikan hukuman penjara selama enam bulan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (24/1/2019).

Dalam amar tuntutan yang dibacakan, terdakwa Muhammad Alfandi yang lahir pada 24 Agustus 2000 dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 80 Ayat (2) jo Pasal 76 C UU No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Muhammad Alfandi selama tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 75 juta atau jika tidak dibayar digantikan dengan hukuman penjara selama tiga bulan,” kata Sri Wiyanti dalam jalannya sidang.

Peristiwa itu bermula pada Minggu, 23 September 2018 sekitar pukul 16.00 WIB, R (17) sedang duduk bersama teman-temannya yakni saksi Tio, Adih, dan Adit di Alfa Mart Jalan Raya Citayam Gang Nyamuk RT01/15 Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Saat itu R melihat terdakwa bersama dengan teman-temannya mengendarai sepeda motor secara beriringan sebanyak tiga sepeda motor menuju ke arah Citayam, namun setelah melewati Alfa Mart dua sepeda motor yang telah melintas kembali memutar dan langsung mengacungi celurit lalu menyerang R dan teman-temannya.

Selanjutnya R dan teman-temannya secara refleks/spontan berdiri menyelamatkan diri dengan cara masuk ke dalam Alfa Mart tersebut. Ketika R hendak berlari menyelamatkan diri masuk ke dalam Alfa Mart, R terjatuh di pintu Alfa Mart dan langsung dibacok sebanyak dua kali oleh terdakwa dengan menggunakan celurit. Setelah itu terdakwa pergi meninggalkan Alfa Mart.

Kemudian R bangun dan berlari ke dalam Alfa Mart untuk menghampiri saksi Tio dan Adih yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam. Pada saat R menghampiri kedua saksi disitulah R merasakan perih di tangan dan punggung kanan yang dan berdarah. Melihat hal itu kedua mengantarkan R ke RS. Citama untuk mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan visum et repertum Nomor : 1075/RSCitama/VISUM/IX/2018 tertanggal 23 September 2018 telah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Hardiyanto selaku Dokter RS Citama. Dalam pemeriksaan didapatkan luka robek ukuran 20 cm x 5 cm x 3 cm dengan tepi rata pada daerah dinding. Luka robek ukuran 20 cm x 6 cm x 3 cm dengan tepi rata pada lengan kanan bagian atas. Luka robek ukuran 4 cm x 2 cm x 1 cm dengan tepi rata pada siku tangan sebelah kanan. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...