Search

Sidang Penusukan Anggota TNI di PN Depok Dijaga Ketat

Suasana sidang penusukan anggota TNI di pengadilan Negeri depok. Sidang ini mendapat pengawalan ketat dari anggota polisi. (foto:ltf)
Suasana sidang penusukan anggota TNI di pengadilan Negeri depok. Sidang ini mendapat pengawalan ketat dari anggota polisi. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Sidang penusukan dua anggota TNI oleh oknum anggota Brimob hari ini digelar di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Terkait sidang tersebut gedung PN Depok yang terletak di komplek perkantoran Jalan Boulevard Grand Depok City dijaga ekstra ketat.
Berdasarkan pengamatan reportasenews.com, puluhan anggota TNI dan Polri berpakaian lengkap dengan membawa senjata api terlihat berjaga di area gedung PN Depok. Sementara di luar area gedung PN Depok sejumlah aparat keamanan yang berpakaian bebas juga terlihat berjaga. Selain itu juga terlihat satuan khusus dari Polisi Militer dan Garnisum Kodim 0508 Depok.
“Kami hanya berjaga-jaga saja agar sidang dapat berjalan aman dan nyaman. Dari kepolisian ada puluhan anggota yang terdiri atas personil Polres dan Polsek. Ada juga dari TNI Garnisum dan Polisi Militer,” kata Kapolsek Sukmajaya Kompol IGN Bronet Ranapati di PN Depok.
Dari informasi yang diperoleh reportasenews.com penjagaan ekstra ketat ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan serangan balik dari pihak yang berseteru. Sebab atas insiden itu dua lembaga keamanan negara sempat memanas dan akan ada rencana serangan balasan.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengatakan dua pria yang menjadi korban penusukan dalam insiden perkelahian di Biliard Al Diablo, di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Kamis (7/6/2018) dinihari, adalah anggotanya.

Dua anggota TNI AD dari Kodam Jaya yang terluka dalam peristiwa itu adalah Serda Nikolas Kegomoi, anggota Yonkav 7/Sersus Kodam Jaya dan Serda Darma Aji, anggota Yonif Mekanik 203/AK Kodam Jaya.

“Kedua anggota TNI ini mengalami luka tusuk, yakni Serda Nikolas mengalami luka tusuk di perut kanan dan Serda Darma Aji luka tusuk di bagian perut kiri,” kata Kristomei saat dihubungi wartawan, Jumat (8/6/2018).

Menurut Kristomei, dua anggota Kodam Jaya yang menjadi korban penusukan di biliar Al Diablo, salah satunya sudah meninggal dunia.

“Akhirnya, Serda Darma Aji, siang tadi 13.15 WIB telah meninggal dunia. Jenazah dibawa ke kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan,” paparnya.

Sebelum meninggal, kedua korban sempat dilarikan ke RS Tugu Ibu, Cimanggis sebelum dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto. saat ini,  pihaknya masih mendalami kronologis perkelahian antar pemuda yang melibatkan keduanya di tempat biliar itu sehingga mengalami luka tusuk.

“Kami juga berkordinasi dengan kepolisian untuk mengungkap pelaku penusukan,” pungkasnya.

Diketahui, motif perkelahian tersebut belum diketahui secara pasti dan juga masih dalam tahap penyelidikan pihaknya  “Yang pasti ada rekaman CCTV di tempat biliar itu, sehingga pelaku pasti bisa diketahui dan diungkap kepolisian,” katanya.

Kristomei menjelaskan dari hasil penyelidikan dan informasi yang didapat pihaknya, diketahui bahwa perkelahian atau keributan di tempat biliar itu terjadi, Kamis (7/6/2018) dinihari pukul 03.30 WIB. (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...