Search

Sindikat Pembobol Bank BCA Diringkus. Ada Orang Dalam Terlibat?

Pelaku mafia perbankkan yang diringkus polisi saat dihadirkan dalan gelar perkara di Polda Metro Jaya (6/3/20). foto/dik.
Pelaku mafia perbankkan yang diringkus polisi saat dihadirkan dalan gelar perkara di Polda Metro Jaya (6/3/20). foto/dik.

Jakarta, Reportasenews.com – Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil  meringkus  11 tersangka pelaku kejahatan dengan modus pembobolan kartu kredit dan perbankan dengan menggunakan virtual account.

 

Dari kesebelas tersangka, 7 orang terkait kasus pembobolan kartu kredit nasabah BCA masing masing adalah Altarik Suhendra, Remondo, Eldin Agus Tryanzah, Sultoni Billah Rizky, Helmi, Deah Anggraini dan Yopi Altobeli. Semua tersangka berasal daru Tulung Selatan, Sumatera Selatan.

 

Terungkapnya kasus pembobolan system perbankkan  ini berdasarkan laporan dari pihak bank tentang adanya pembobolan kartu kredit dengan menggunakan virtual account.

 

Untuk membobol rekening, para pelaku memanfaatkan data korban dengan cara menonaktifkan sim card kemudian mendatangi gerai provider untuk menerbitkan kartu baru.  Dari situ sindikat ini dapat mengakses segala informasi korban melalui nomor tersebut.

 

Sedangkan untuk pembobolan kartu kredit, modus yang mereka lakukan yaitu berpura pura mengaku sebagai petugas bank dan menanyakan kepada korban apakah telah melakukan belanja online atau tidak. Apabila korban menjawab tidak, pelaku akan meminta nomor OTP (ONE TOP PASSWORD) milik korban untuk membantu membatalkan belanja online.

 

Korban yang terperdaya akhirnya percaya dan memberikan kode OTP, kode tersebut dimanfaaatkan para pelaku untuk menguras isi kartu kredit korban.

 

Kasus dengan kerugian terbesar yaitu pembobolan perbankan melalui virtual account. Mereka memanfaatkan bank yang sedang upgrate atau pembaharuan system. Dari kelengahan bank inilah para mafia ini melakukan top up berkali kali menggunakan virtual yang telah disiapkan.

total kerugian yang dialami nasabah maupun pihak bank bca berkisar 22 milyar rupiah.

 

Kapolda Metro Jaya  Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pelaku pembobol perbankan dengan menggunakan virtual account sengaja memanfaatkan kelengahan pihak bank saat melakukan maintenance.

 

“para pelaku memanfaatkan sistem bca yang sedang proses maintenance dengan cara transaksi top up virtual account dengan menggunakan m banking. Saldo tsk tidak berkurang, top up berkali kali dengan  virutal account yang sudah mereka siapkan,” ujar Nana.

 

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Suyudi Ario Seto  tidak menampik adanya terlibatan oknum orang dalam kasus kejahatan perbankkan ini.

“Ada oknum oknum pihak bank yang bisa memeperjualkan data Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) OJK kepada mereka,” ujar suyudi saat diwawancara kompas TV.

 

Dari penangkapan para tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 5 buah ponsel, 2 senjata api revolver, dan sebuah laptop.

 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, 11 tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Kasus ini masih terus dikembangkan penyidik guna mencari pelaku lain. (dik)

 




Loading Facebook Comments ...