Search

Situbondo KLB DBD

Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes Aegypti

Situbondo,Reportasenews.com -Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di Kabupaten Situbondo.  Pada awal tahun 2019,  jumlah penyakit  akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai 81 penderita, sehingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, menetapkan Situbondo mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

Kepala Dinkes Pemkab Situbondo Abu Bakar Abdi mengatakan, Situbondo mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), karena pada tahun 2019 ini, jumlah penderita DBD mencapai 81 orang.”Padahal, pada  awal tahun 2018 lalu,  jumlah penderita DBD hanya empat orang saja,”ujar  Abu Bakar Abdi, Kepala Dinkes Pemkab Situbondo,  Kamis (7/2).

Menurutnya,  KLB adalah fenomena dimana jumlah penderita DBD meningkat jika  dibandingkan pada tahun yang lalu, di bulan yang sama.

“KLB ini siklus empat tahunan, pada  tiga tahun sebelumnya  Situbondo  juga ditetapkan sebagai  KLB,” ujar Abu Bakar Abdi.

Lebih jauh Abu Bakar menegaskan, untuk memperkecil angka penderita DBD di Kabupaten Situbondop, pihaknya telah melakukan aksi ‘Gesit Batik’ atau Gerakan Situbondo Bebas Jentik. Namun, dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan seluruh petugas puskesmas untuk mensosialisasikan gerakan 3M plus, menguras, menutup dan mengubur.

“Semuanya bergerak, ada yang siaran keliling, ke sekolah-sekolah, mushalla, untuk mensosialisasikan gerakan Gesit Batik dan  3M plus,” katanya.

Sementara lingkungan yang terkena kasus DBD, akan dilakukan fogging (pengasapan) untuk memberantas nyamuk Aedes Aegypti dewasa, sembari mensosialisasikan 3M plus untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...