Search

SP Danamon Laksanakan Perundingan PKB

Suasana perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) SP Danamon di Yogyakarta. (foto: istimewa)
Suasana perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) SP Danamon di Yogyakarta. (foto: istimewa)

Yogyakarta, reportasenews.com – Serikat Pekerja Danamon, Senin (7/8) memulai perundingan pembaharuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), di Hotel Indoluxury, Yogyakarta.

Perundingan yang dijadwal berlangsung hingga 11 Agustus 2017 ini merupakan perundingan periode pertama dari beberapa periode yang telah disepakati bersama Manajemen PT Bank Danamon Indonesia, Tbk.

Pembukaan perundingan pembaharuan PKB dihadiri John W Daniel Saragih Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan RI, Bagus Kuncoro Pengawasan Ketenagakerjaan RI, Abdul Wahab serta Aryanti dari Tenaga Ahli Komis IX DPR RI dan Heriyanto Agung Putra Direktur SDM Bank Danamon.

Serikat Pekerja Danamon berharap dalam perundingan pembaharuan PKB ini akan tercapai kemajuan yang signifikan, khususnya yang menyangkut langsung terhadap kesejahteraan Pekerja, meningat tingkat kesejahteraan Pekerja Danamon yang sudah tercantum dalam PKB sebelumnya dirancang tahun 2011 dan belum ada pembaharuan setelahnya.

“Jadi standar kesejahteraan kita ibaratnya adalah standar tahun 2011, tertinggal 6-7 tahun. Dalam perundingan pembaharuan PKB ini, kami fokus pada memasukkan Sepultura (Sepuluh Tuntutan Rakyat) yang sudah kami sampaikan pada 3 kali kesempatan unjuk rasa tahun lalu dan tahun ini, dan Alhamdulillah atas campur tangan Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri, beserta jajarannya serta Komisi IX DPR RI, Sepultura didorong untuk dimasukkan ke dalam PKB,” ujar Abdoel Moedjib, Ketua Umum SP Danamon melalui siaran persnya yang diterima redaksi reportasenews.com, Senin (7/8).

Sementara itu, Muhammad Afif, Sekjen SP Danamon berharap melalui keterbukaan, kesetaraan dan itikad baik perundingan pembaharuan PKB Bank Danamon tahun 2017 dapat benar-benar menghasilkan peningkatan jaminan kesejahteraan bagi pekerja di Bank Danamon, sebagaimana harapan Pemerintah dan DPR.

“Tetap optimis meskipun Dirut Bank Danamon Sng Seow Wah tidak menunjukkan itikad baiknya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dimana selama ini ogah bertemu dengan SP Danamon, bahkan saat ini kami dikriminalisasi dilaporkan ke Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Lanjut Afif, Tim perunding SP Danamon telah siap mental dan fisik untuk duduk bersama tim perunding dari Manajemen dan membahas semua draft yang telah dibuat pada Rakernas SP Danamon dua minggu lalu di Yogyakarta.

Tim ini berasal dari seluruh wilayah di Indonesia yang telah diberi kuasa penuh oleh Ketua Umum SP Danamon untuk mengambil keputusan yang terbaik.

“Kerja tim perunding kali ini relatif berat, mengingat tuntutan peningkatan kesejahteraan yang sudah tertinggal tujuh tahun dan situasi kriminalisasi SP oleh Dirut kami sendiri. Namun kami optimis dan akan bekerja keras mengemban amanah rakyat Danamon untuk mencapai kesejahteraan dan cahaya pemandu bagi Indonesia,” tambahnya.(ham)




Loading Facebook Comments ...