Search

SPORC Kalbar Grebek  dan Amankan Pemilik Penampungan Ilegal Logging 

SPORC Kalbar mengerebek industri meubel di Ketapang. (foto:das)
SPORC Kalbar mengerebek industri meubel di Ketapang. (foto:das)

Pontianak, reportasenews.com – Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan menetapkan pemilik PO Karya Mandiri sebagai tersangka pemodal dan penampung kayu illegal.

“Ini merupakan kejahatan LHK, termasuk illegal logging merupakan kejahatan luar biasa, harus ditindak tegas. Kejahatan ini tidak hanya merugikan negara, tapi juga merusakan ekosistem, yang mengancam kesalamatan kehidupan masyarakatIni merupakan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” tegas Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani,dalam jumpa pers yang digelar di Markas SPORC Balai Gakkum Kalimantan, Pontianak, Rabu (4/7).

Penetapan PD alias EP (35) sebagai  pemilik sebagai tersangka pemodal dan penampung kayu illegal berdasarkan bukti-bukti dan keterangan sejumlah saksi.  Dengan dua alat bukti dan sudah menampung kayu ilegal selama 3 tahun, ia melanggar Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Pasal 83 Ayat 1 Huruf b dan-atau Pasal 87 Ayat 1 Huruf b dan-atau Pasal 87 Ayat 1 Huruf c, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

“Ini masih kami kembangkan dan terus diselidiki, ada kemungkinan tersangka lain bertambah,” jelasnya.

Pada 1 Juli 2018, SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Pontianak, Balai Gakkum KLHK Kalimantan diback up  Korwas Ditreskrimsus Polda Kalbar menggerebek perusahaan meubel kayu, PO Karya Mandiri, di Jalan Ketapang Siduk kilometer  23, Desa Temurukan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalbar.

“KLHK sangat serius dan konsisten terus melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan ini,” tegasnya.

Ridho mengataan sejak tahun 2015, tercatat sudah  455 kasus  LHK telah dibawa ke pengadilan, termasuk diantaranya 202 kasus illegal logging.

“Untuk pengamanan kawasan hutan, kami telah melakukan 198 operasi illegal logging, puluhan ribu batang kayu telah diselamatkan. Sekali  lagi kami tegaskan kasus illegal logging ini harus ditindak keras dan dihukum seberat-beratnya, termasuk aktor utamanya,” imbuhnya.

Penyidik Balai Gakkum mencurigai meubel kayu PO Karya Mandiri menampung dan mengolah kayu tebangan ilegal dari Hutan Sungai Putri.

Saat ini, penyidik menyita 486 batang kayu olahan berbagai jenis dan ukuran, tanpa dokumen SKSHH atau surat keterangan sahnya hasil hutan, 1 mesin pembelah kayu, 1 mesin pengetam kayu, 1 gergaji bengkok mesin bandsaw mini, 1 piringan gergaji mesin pemotong, 1 mesin bobok pembuat lengkung pintu lemari, 1 mesin pembuat lubang kursi, 1 mesin pembuat kaki kursi, 1 piringan gergaji mesin menyisip/pelurus papan, dan 1 karung serbuk/serpihan sisa pengolahan kayu.

“Kami akan melanjutkan penyidikan untuk mengungkap pelaku lainnya yang terlibat dan memproses kasus ini agar bisa segera diadili,” ujarnya.

“Upaya ini adalah langkah konkret Ditjen Gakkum menyelamatkan habitat orangutan di kawasan bentang Gunung Palung-Sungai Putri,” tambah Kepala Balai Gakkum KLHK Kalimantan, Subhan.

Dijelaskan Subhan, penggerebekan ini adalah tindak lanjut laporan masyarakat yang disampaikan ketika penyidik Gakkum menangani kasus kayu ilegal di dalam konsesi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (PT PMK), kawasan Hutan Produksi Sungai Sentap-Kancang Blok Hutan Gambut Sungai Putri yang juga habitat orangutan.

Tim intelejen SPORC menemukan bekas tebangan pohon, tumpukan kayu jenis rimba campuran sebanyak 8 meter kubik, 5 pondok kerja, 3 sepeda sebagai pengangkut, seekor orangutan dan 6 sarang orangutan, di Hutan Gambut Sungai Putri. Hasil penyidikan kasus itu, penyidik mendapat informasi kalau PD alias EP pemilik Meubel Kayu PO Karya Mandiri diduga menampung kayu ilegal dari kawasan konsesi PT MPK itu.

Dari hasil pemeriksaan, penyidik mendapat keterangan kalau PD alias EP membiayai masyarakat lokal untuk menebang pohon dan mengolah kayu di dalam kawasan Hutan Produksi Sungai Sentap-Kacang dan Blok Hutan Gambut Sungai Putri. Kayu-kayu ilegal itu dirakit dan dihilirkan dari dalam hutan melalui Sunga Tempurukan ke lokasi perusahaan. Kayu-kayu jenis chin, punak, nyantoh akan dijadikan bahan baku lemari, kursi, meja, pintu dan lainnya sesuai pesanan.

Sejak tahun 2015 Ditjen Gakkum telah menangangi 455 kasus kejahatan lingkungan yang dituntut ke pengadilan dan telah menerbitkan 450 sanksi administrasi kasus-kasus kejahatan lingkungan

Selama kurun waktu tersebut, operasi dilakukan sebanyak  198 operasi pemberantasan illegal logging dan telah menyelamatkan 9.087 meter kubik kayu dan 14.752 batang kayu, termasuk operasi penghentian perdagangan satwa liar yang telah dilakukan 190 kali dan telah menyita 23.000 satwa maupun bagian satwa. Begitu juga telah menjalankan 279 operasi penghentian perambahan kawasan hutan dan mengamankan 7 juta hektar hutan, memulihkan 394.565 hektar hutan. (das)




Loading Facebook Comments ...