Search

Tahun 2018 PAD Kabupaten  Situbondo Mencapai Rp.187 Miliar

WabupSitubondo  Yoyok Mulyadi. (foto:fat)
WabupSitubondo Yoyok Mulyadi. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) APBD  Situbondo untuk 2018  mencapai Rp187 miliar  lebih. Bahkan,  pencapaian PAD tersebut   melebihi target, karena  untuk tahun 2018   Pemkab Situbondo  hanya  menargetkan sebesar Rp 178 miliar.

Penyumbang terbesar PAD Situbondo pada  tahun 2018 lalu, berasal dari  tiga rumah sakit milik Pemkab Situbondo, dengan nominal sebesar Rp 110 miliar. Masing-masing adalah, RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, RSUD Besuki, dan RSUD Asembagus, Situbondo.

Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Yoyok Mulyadi mengatakan, jika PAD pada APBD 2018 mencapai  Rp187, 287 lebih. Jumlah ini melebihi target Pemkab Situbondo yang menargetkan PAD sebesar Rp178,  279 miliar.”Dengan naiknya PAD Situbondo tahun 2018, sehingga  ada peningkatan sekitar  dengan nominal Rp9,7  miliar  dari target awal,”kata Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, penyumbang PAD  Situbondo terbesar  tahun 2018  adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yaitu  RSUD Abdoer Rahem Situbondo, RSUD Asembagus, RSUD Besuki, dan sejumlah Puskesmas di Kabupaten Situbnondo.”Bahkan,  Pendapatan dari BLUD ini mencapai Rp110, 131  miliar  lebih. Sedangkan pendapatan paling rendah berasal dari pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan seperti Perusahan Daerah (Perusda). Pendapatan dari beberapa Perusda itu  hanya menyumbang PAD sebesar Rp4,177 mliar,”ujar Wabup Yoyok Mulyadi.

Pria yang akrab dipanggil Yoyok menegaskan, jika  APBD  Kabupaten Situbondo  untuk  tahun 2018 lalu sebesar Rp 1,755  triliun  lebih.  Dengan rincian,  APBD  yang bersumber dari Pemerintah Pusat   mencapai Rp1, 515  lebih.”Sedangkan yang bersumber  dari  PAD Kabupaten Situbondo  sebesar  Rp187, 287 miliar,”beber Yoyok.

Yoyok  menambahkan, berdasarkan hasil audit BPK, pengelolaan APBD Situbondo pada tahun 2018 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pencapaian WTP  ini tentu sangat membanggakan, karena  menunjukan pertanggung jawaban pengelolaan keuangan Pemkab Situbondo sudah cukup bagus.

“Meski  mendapat opini WTP bukan berarti sudah bersih dan tanpa catatan. Masih ada beberapa temuan BPK yang harus tetap di evaluasi, salah satunya masalah pengelolaan keuangan desa. Selain jadi temuan BPK, pengelolaan keuangan desa tersebut juga menjadi temuan inspektorat,”ungkapnya.

Lebih jauh Wabup  Yoyok  mengatakan, banyaknya temuan BPK tentang pengelolaan keuangan desa disebabkan beberapa faktor, salah satunya masalah SDM.” Oleh karena itu,  kami  akan melakukan evaluasi agar pengelolaan dana desa tahun ini akan lebih baik lagi,”pungkasnya.(fat)




Loading Facebook Comments ...