Search

Tak Perlu ke Padang Pasir,  Wisata Kebun Kurma Kini  Ada di Pasuruan

Deretan kurma yang ditanama di Pasuruan, menjadi destinasi baru di Jawa Timur
Deretan kurma yang ditanama di Pasuruan, menjadi destinasi baru di Jawa Timur

Pasuruan, reportasenews.com – Lahan seluas 3,7 hektar yang berada di Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, saat ini menjadi pusat perhatian para wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Lahan milik Ruslan, warga Sukorejo ini, diubah menjadi kebun wisata Kurma. Yang menariknya pohon Kurma yang biasanya tumbuh di areal yang berpasir dan tandus ini, justru bisa tumbuh subur seperti di daerah asalnya.

Saat ini, kawasan kebun Kurma yang kali pertama di Indonesia ini, pohonnya bisa tumbuh sebagaimana layaknya di daerah Timur Tengah. Oleh pengelolanya dijadikan andalan wisata religi yang berbeda dengan daerah lainnya.

Berbagai jenis pohon Kurma tumbuh subur meski diantaranya mati. Wisatawan di kebun ini juga disuguhi bangunan serupa Ka’bah yang bisa digunakan untuk latihan Manasik Haji yang dilengkapi dengan bukit Sofa Marwah (sedang dibangun) dan sejumlah hewan cukup unik.

Wisatawan yang berkunjung juga disuguhi  Andong dan kendaraan bermotor yang disewakan untuk keliling kebun tersebut.

“Kami senang berwisata di wisata kurma ini, sekaligus untuk mengetahui secara dekat bagaimana bentuk pohon kurma yang sesungguhnya. Karena kami tahunya dari gambar dan tayangan televisi saja. Sekarang sudah tahu, “tutur Huda, seorang pengunjung asal Kota Pasuruan, Minggu (29/1).

Data yang didapatkan, Kurma dapat tumbuh dan masak dengan suhu sekitar 40-50 derajat Celcius. Sementara suhu di Indonesia maksimal hanya mencapai 33 derajat Celcius. Selain itu, Kurma lebih jarang mendapatkan curah hujan yang tinggi sementara di Indonesia curah hujannya sangat tinggi.

Namun tak menyurutkan Ruslan yang tanpa adanya dasar pengetahuan dan hanya berdasarkan ‘nekat’ mampu mengubahnya jadi pohon Kurma yang bisa tumbuh di Pasuruan.

Meski demikian, bukan berarti di wilayah Indonesia tidak pernah ada pohon kurma yang berbuah. Tercatat, Kurma di belakang Ponpes Darussalam Surabaya dan di Bangka bisa berbuah lebat meski ukuran pohonnya tidak sama dengan di daerah asalnya.

Kini, untuk mencapai mimpinya memiliki kebun Kurma yang bisa dipetik dan dipanen. Ruslan telah mendatangkan sejumlah tenaga ahli di bidang tanaman tersebut.

Puluhan pohon Kurma mulai bibit sampai yang sudah berukuran besar telah ditanam di atas lahan tersebut. Tak hanya Kurma, Ia juga menanam pohon Zaitun, Delima, Siwak yang diharapkan bisa tumbuh subur dan berbuah seperti di wilayah asalnya yang tumbuh subur.

Pemilik Saygon Water Park dan Saygon Night Park tersebut, bahkan mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk membeli bibit dan pohon Kurma dari berbagai daerah dan negara.

Dia bertekat untuk mengembangkan usaha wisata Kurma di lahannya untuk memanjakan kalangan pengunjung dengan berencana akan mendatangkan dua ekor Unta (punuk dua) dari Australia dalam waktu dekat. Sedangkan untuk pengembangan Kurma, Ruslan tak tanggung-tangung mendatangkan ahlinya.

“Saya mendatangkan orang-orang yang mengerti tentang tanaman ini. Yang penting keyakinan. Itu saja. Kalau Allah menghendaki kenapa tidak, ”kata Ruslan optimis.

Pantauan di lokasi, saat pertama kali didatangkan, sejumlah pohon Kurma telah terlihat berbunga bahkan mulai berbuah. Namun sayang, beberapa bulan kemudian buah itu berguguran dan tak bisa dipanen karena rusak.

Sambil menunggu pohon-pohon Kurmanya berbuah, Mantan Ketua Kadin Kabupaten Pasuruan ini berharap wisata kebun kurmanya untuk bisa dinikmati dan dikunjungi langsung oleh masyarakat umum.

Bagi anda yang tertarik untuk melihatnya, Ruslan melalui PT Duta Wisata Kurma telah membangunnya menjadi wahana wisata yang layak untuk dikunjungi. Di lokasi wisata baru ini, ada bekas pesawat terbang Boeing yang dipajang untuk berfoto ria, kendaraan ATV yang bisa digunakan untuk keliling kebun dan satwa burung yang bisa dilihat keindahannya. “Semoga bisa menjadi wisata kebanggan kabupaten pasuruan, “tutupnya. (abd)




Loading Facebook Comments ...