Selasa, 24 Januari 2017

Tan Paulin DPO Mabes Polri Ditangkap Di Malaysia

Tan Paulin DPO Mabes Polri Ditangkap Di Malaysia
Direktur PT Sentosa Laju Energi (SLE), Tan Paulin

JAKARTA, RN.COM, Direktur PT Sentosa Laju Energi (SLE), Tan Paulin, tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) BarEskrim Mabes Polri, akhirnya berhasil ditangkap petugas Subdit V Tipidum Barrskrim Polri di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin kemarin.

Tersangka dibekuk di sebuah rumah tempat persembunyiannya di Kuala Lumpur, Tan Paulin langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.. Kasubdit V Tipidum Barrskrim Polri, Kombes Pol Suwondo Nainggolan, membenarkan kabar tertangkapnya DPO, tersangka dugaan penipuan dan penggelapan pengadaan alat berat senilai 3 milyar rupiah, Tan Paulin.

“Tersangka Tan Paulin sudah kita tangkap di Kuala Lumpur. Yang bersangkutan sudah kami jemput ke bandara pukul 21 dan sekarang sudah kami tahan” kata Kasubdit V Tipidum Baresjrim Polri, Kombes Pol Suwondo Nainggolan, kepada RN.COM.

Karena dua kali mangkir dari panggilan  penyidik, Direktur PT LSE Tan Paulin, akhirnya ditetapkan menjadi DPO Bareskrim Polri berdasarkan surat DPO/19/V/2016/TIPIDUM, yang dikeluarkan pada tanggal 31 Mei 2016.

Sementara itu kuasa hukum Eunike Lenny Silas dan Usman Wibisono, selaku pelapor, Jon Mathias, saat ditemui di Bareskrim Polri, Senin malam , mengaku sudah memperoleh kabar perihal tertangkapnya Tan Paulin.

“Kami dapat kabar jika Tan Paulin yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) telah ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri pada malam ini sehingga kami memastikan kebenarannya. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada pihak Mabes Polri yang telah menangkap tersangka. Dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Bareskrim,” ujar Jon Mathias kepada wartawan.

Lebih lanjut Jon menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum lebih lanjut kepada penyidik. Namun demikian, kliennya tetap membuka pintu apabila ada  itikad baik dari tersangka untuk mengembalikan kerugian kliennya.

Seperti diketahui Tan Paulin merupakan tersangka dugaan penipuan investasi pengadaan empat unit alat berat, eskapator.

Kasus ini bermula dari tawaran investasi pembelian alat berat dari Tan Paulin kepada Eunike Lenny Silas yang pada akhirnya menggelontorkan dana investasi miliaran rupiah. Tan Paulin menjanjikan keuntungan dibagi dua, dan semua urusan operasional menjadi urusan dan tanggung jawab Tan Paulin sepenuhnya.

Disebutkan bahwa penyewa alat berat  sudah ada dan Lenny Silas diminta duduk manis saja, dan keuntungan pasti di dapat dan dibayarkan oleh Tan Paulin kepada Lenny Silas setiap bulannya, dengan maksimum pada minggu pertama tiap bulan berikutnya.

Namun kenyataannya tidak sesuai perjanjian. Akibatnya Lenny Silas dirugikan oleh Tan Paulin lebih kurang sekitar 3 miliar rupiah. (Radja Tanjung)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel Reportase News. Untuk mendapatkan informasi terupdate, silakan berlangganan newsletter kami melalui kolom email di bawah ini.

No Responses

Loading Facebook Comments ...