Search

Tari Barong Hibur Pengunjung National Multicultural Festival di Canberra

Tari Barong menghibur pengunjung National Multicultural Festival di Canberra, Australia pada 22 Februari 2020. (Ist)
Tari Barong menghibur pengunjung National Multicultural Festival di Canberra, Australia pada 22 Februari 2020. (Ist)

Canberra, reportasenews.com – Tari Barong memukau pengunjung National Multicultural Festival yang dihelat di Canberra, Australia pada 22 Februari 2020. Penampilan kesenian dari Bali yang melegenda ini merupakan salah satu kontribusi perwakilan Indonesia dalam festival yang rutin digelar setiap tahun ini.

“Indonesia secara konsisten mengikuti National Multicultural Festival yang rutin digelar setiap tahun. Penyelenggaraan tahun ini merupakan yang ke-12. Indonesia menampilkan kesenian tari Barong dari Bali di panggung utama pada 22 Februari 2020,” kata Ghfar Ismail, ketua panitia Indonesia di National Multicultural Festival 2020 di Canberra, kepada reportasenews.com.

Tari Barong di Canberra-2

Atraksi tari Barong ditampilkan bersama atraksi kesenian dari negara-negara ASEAN yang tergabung dalam ASEAN Village.

Tak hanya di panggung utama, tari Barong dari Bali juga ditampilkan dalam parade yang diikuti semua peserta. Parade ini menempuh jarak 2 kilometer.

“Pada pelaksanaan 22 Februari 2020, pengunjung  National Multicultural Festival mencapai 300 ribu orang. Artinya, mayoritas penduduk Canberra berkumpul di lokasi festival yang merupakan festival terbesar di Canberra,” ujarnya.

Selain menampilkan kesenian Barong di panggung, menurut dia, Indonesia juga memamerkan produk-produk Indonesia seperti makanan dan minuman yang sudah diekspor ke pasar Australia.

“Kita juga memamerkan Ten New Bali sebagai destinasi baru di Indonesia yang tidak kalah menarik dikunjungi selain Bali,” katanya.

Tari Barong di Canberra-3

Menurut dia, masyarakat Australia sangat familiar dengan pariwisata Indonesia, terutama Bali. Namun, kali ini Indonesia juga memperkenalkan destinasi-destinasi lain yang tak kalah menarik dikunjungi selain Bali.

“Target utama dalam festival ini adalah meningkatkan awareness masyarakat internasional, terutama Australia, terhadap Indonesia,” katanya.

Selama ini, menurut dia, Indonesia dikenal sebagai negara tetangga terdekat Australia. Namun, pengetahuan masyarakat Australia masih terbatas pada Bali saja. Itu sebabnya, lewat festival ini juga diperkenalkan daerah-daerah lain dan produk-produk Indonesia secara lebih luas.

“Indonesia juga memamerkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang banyak diajarkan di sekolah dasar hingga sekolah menengah di Australia. Banyak muridnya yang ingin tahu lebih jauh tentang Indonesia,” tuturnya. (Budi Tanjung)




Loading Facebook Comments ...