Search

Telan Anggaran Hampir Rp 2 Miliar, Proyek Sempadan Situ Pedongkelan Hanya Pakai Alat Sederhana

Seorang pekerja sedang mengerjakan trotoar Situ Pedongkelan dengan menggunakan alat sedrrhana.(foto:ltf)
Seorang pekerja sedang mengerjakan trotoar Situ Pedongkelan dengan menggunakan alat sedrrhana.(foto:ltf)
Depok,reportasenews.com – Penggunaan alat tradisional berupa kapak yang dilakukan dalam proyek penataan sempadan Situ Pedongkelan oleh CV. Dwi Sakti Utama dianggap salah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi. Karena menurutnya dengan alat tradisional tentunya puffing block yang akan dipotong tak beraturan.
“Nggak bener itu, ya nggak bolehlah masa motongnya pakai kampak. Seharusnya kan pakai gerinda. Nanti saya ingatkan pihak pelaksana,” kata Manto, Kamis (29/11/2018).
Selain proyek penataan sempadan Situ Pedongkelan, kata Manto, cara pengerukan yang dilaksanakan PT. Delima Intan Abadi juga akan ditegur. Sebab, pengerukan yang menelan anggaran dari Bantuan Gubernur (bangub) DKI Jakarta sebesar Rp 3.560.509.800,00 hanya dipinggiran Situ Pedongkelan sedangkan di bagian tengahnya tidak dilakukan.
Karena itulah, pihaknya akan mengingatkan pihak pelaksana lantaran warga mengeluhkan hal tersebut. “Kami sudah mengingatkan pihak pelaksana mengenai masalah itu. Tapi kami belum tahu kapan akan dikeruk laginya,” tandasnya.
Sebelumnya, amburadulnya kegiatan proyek di Situ Pedongkelan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok tak lepas dari kurangnya sistem pengawasan. Pasalnya, kegiatan penurapan dan normalisasi yang dilaksanakan PT. Delima Intan Abadi dengan bersumber anggaran Bantuan Gubernur (Bangub) Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 3.560.509.800,00 dan penataan sempadan Situ Pedongkelan bersumber dari bangub DKI Jakarta sebesar Rp 1.930.596.000,00 yang dilaksanakan CV. Dwi Sakti Utama nyaris tak didampingi konsultan pengawas maupun pengawas dinas terkait.
“Dari dimulainya kegiatan penurapan dan normalisasi sampai bergantinya ke proyek penataan sempatan situ kami warga jarang melihat tim pengawasan baik itu konsultan pengawas maupun pengawas dinas terkait. Apa mungkin tiap pengerjaan yang dilaksanakan di Kota Depok seperti itu. Bagaimana tidak amburadul,” kata Ketua RT 05/05 Kelurahan Tugu, Lastini Wagino di Situ Pedongkelan. (jan/ltf)



Loading Facebook Comments ...