Search

“Tepok Jidat”, Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP Beraksi Lagi Didepan Kamar Mayat

Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP kembali melakukan ritual didepan kamar mayat/ TheStar
Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP kembali melakukan ritual didepan kamar mayat/ TheStar

Malaysia, reportasenews.com: Dukun kondang Ibrahim Mat Zin, yang disebut sebagai “Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP” kembali melakukan aksi ritual didepan gedung kamar mayat tempat jenazah Kum Jong Nam ditaruh.

Jurnalis yang sudah bosan 3 minggu diparkir didepan rumah sakit National Institute of Forensic Medicine mendadak dapat pertunjukan gratis.

Dia melakukan ritual dengan memakai sepasang tongkat ajaib yang digunakan sebagai teropong sambil membaca doa mujarab sebelum meninggalkan lokasi sekitar lima menit kemudian.

Ritual sejenis memakai tongkat, kelapa, dan karpet terbang pernah diperagakan dia di airport saat pesawat MH370 hilang dari angkasa. Dia menyebutkan pesawat itu berada disebuah lokasi dalam ritualnya dan ternyata tidak terbukti.

Raja Bomoh dengan gelar “Datuk Mahaguru” sehari sebelumnya, sudah melakukan ritual awal disebuah pantai, katanya ritual menangkal serangan bom nuklir Korea Utara kenegara Malaysia.Videonya langsung menjadi viral “sedunia” seperti gelar kehormatannya itu.

Dalam video tampak pak dukun Ibrahim dibantu dengan tiga asisten “nyemplung” dipergelangan kaki kedalam air dengan memegang dua kelapa, dan sepasang tongkat yang digunakan sebagai teropong, lima meriam bambu, karpet, dan semangkuk air laut.

Ibrahim, dalam setelan jas yang necis klimis, membacakan doa-doa dari seluruh ritual dan melempar kelapa ke dalam air sebagai penutup sesi upcara mistiknya. Ada juga peringatan dalam video, mengatakan bahwa penonton dilarang untuk melakukan ritual di rumah.

“Ritual ini untuk melindungi Malaysia dari ancaman atau serangan dari negara lain, terutama Korea Utara,” ujar Ibrahim mantap seperti dikutip dalam media lokal.

“Ritual ini juga untuk melunakan jantung tertinggi pemimpin Korea Utara sehingga ia akan melepaskan 11 warga Malaysia segera dan menyelesaikan ini kasus pembunuhan Kim Jong-nam pembunuhan,” tambahnya.

Ibrahim menjelaskan bahwa meriam bambu adalah bentuk simbolik, katanya ritual tersebut tidak untuk memprovokasi pihak manapun tetapi untuk peringatan memastikan bahwa konflik akan segera teratasi.

Korea Utara menahan semua orang Malaysia meninggalkan Korut pada 7 Maret, setelah Malaysia mengusir duta besar Korea Utara Kang Chol sebagai akibat dari hubungan diplomatik memanas setelah pembunuhan Jong-nam.

Dua warga Malaysia, yang merupakan karyawan dari Program Pangan Dunia PBB, diizinkan untuk meninggalkan negara itu pada Kamis, meninggalkan sembilan orang lainnya masih tertahan di Korut.

Ada ada saja, mungkin “dia lelah”, tepok jidat ! (HSG)

 




Loading Facebook Comments ...