Search

Terjaring OTT, Lurah Ardirejo Ditahan Kejaksaan Situbondo 

Kasi Pidsus Kejari Situbondo, Reza Aditya. (foto:fat)
Kasi Pidsus Kejari Situbondo, Reza Aditya. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Zainal Imran, Lurah Ardirejo, Kecamatan Panji, Situbondo, yang terjaring dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Situbondo, akhirnya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Situbondo.

Diperoleh keterangan, penahanan terhadap tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli) tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo,  setelah berkas tersangka Zainal Imran  dinyatakan P-21, saat  dilimpahkan oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Situbondo.

Bahkan, setelah menerima pelimpahan tersangka Pungli Zainal Imran  dan sejumlah barang bukti (BB), Kasi Pidsus Kejari Situbondo langsung dijebloskan ke Rutan Situbondo, dengan menggunakan mobil tahanan Kejari Situbondo, tersangka Pungli diantar ke Rutan Situbondo.

Kasi Pidsus Kejari Situbondo, Reza Aditya SH MH membenarkan penahanan terhadap tersangka Pungli lurah Ardirejo, yakni Zainal Imran.”Itu  dilakukan setelah berkasnya dinyatakan P-21, karena pelimpahannya disertai dengan sejumlah barang bukti kepada Kejaksaan dalam kasus dugaan pungli tersebut.”kata Kasi Pidsus Kejaksaan Situbondo, Reza Aditya, Kamis (12/4).

Menurutnya, penahanan tersebut dilakukan karena dikhawatirkan tersangka Zainal Imran akan melarikan diri, serta dikhawatirkan juga mengulangi perbuatannya lagi dan menghilangkan barang bukti.“Penahanan yang kita lakukan ini untuk mengantisipasi tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan merusak atau menghilangkan barang bukti,”imbuhnya.

Reza Aditya menambahkan, bahwa dalam waktu  dekat kasus dugaan pungli tersebut  akan segera dilimpahkan pada Pengadilan Tipikor di Surabaya.“ Untuk jangka penahanan pertama selama 20 hari, tapi sebelum 20 hari itu berkasnya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Untuk sementara pasal yang disangkakan  pasal 12 e UU Tipikor tentang penerimaan suap atau gratifikasi berkaitan dengan jabatannya,”pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum lurah dan perangkatnya di Situbondo terpaksa digiring ke kantor polisi. Keduanya tertangkap tangan anggota Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Situbondo, tak lama setelah melayani warga yang mengajukan permohonan akta jual beli tanah.

Oknum lurah dan perangkatnya itu diduga melakukan pungutan liar (pungli) dari pemohon. Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini dilakukan anggota UPP di dalam kantor Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji.

Bahkan, dalam OTT tersebut, petugas mengamankan sebuah amplop warna cokelat berisi uang tunai Rp 10 juta. Selain itu, ikut diamankan sebuah Kartu Susunan Keluarga dan KTP atas nama pemohon.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...