Search

Terkubur Tujuh Tahun,  Jasad Pasutri  Masih Utuh di Situbondo 

Jasad Suamo yang sudah tujuh tahun dimakamkan,    masih utuh lengkap dengan kain kafannya. (foto:fat)
Jasad Suamo yang sudah tujuh tahun dimakamkan, masih utuh lengkap dengan kain kafannya. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Diduga karena beda pilihan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada Tahun 2019 mendatang, keluarga Sukadi dan Suarti warga Dusun Aeng Sonok,  Desa Panji Kidul, Kecamatan Panji, Situbondo memindahkan  jasad kedua orang tuanya ke pemakaman umum yang di desa setempat.
Ironisnya, meski jasad Suamo sudah tujuh tahun dimakamkan, dan jasad Jiah dimakamkan satu tahun yang lalu, namun jasad keduanya masih utuh, itupun lengkap dengan kain kafannya.
Sudirto selaku Kepala Desa (Kades) Panji Kidul, Kecamayan Panji, Situbondo membenarkan tentang adanya laporan  pembongkaran dua makam warga setempat. Selanjutnya, pihaknya meneruskan laporan tersebut ke Polsek dan Koramil.
“Dua hari sebelumnya, keluarga Sukadi memang datang dan memberitahu untuk memindah makam Pak Suamo dan Bu Jiah, motif dan alasan  pemindahan jasad kedua orang tuanya itu kami tidak tahu,”katan Sudirto, Minggu (2/9/2018).
Diperoleh keterangan, sebelum dipindahkan ke pemakaman yang baru, dengan jarak sekitar   50 meter itu, pada hari Sabtu (01/9), keluarga Sukadi yang dibantu warga setempat, diketahui sudah  menggali dua liang lahat untuk mengubur jasad Pak Suamo dan Bu Jiah.
Namun, pada  Minggu (02/9) sekitar pukul 06.00 pagi, warga setempat yang disaksikan oleh petugas  polsek, koramil Panji dan Kades setempat, mereka  mulai melakukan membongkar  dua makam tersebut,  pertama kali yang dibongkar  makam Bu  Jiah, selanjutnya, makam  Pak Suamo yang dibongkar.
Anehnya, saat diangkat dari liang lahat,  jasad Pak Suamo yang sudah dikubur selama tujuh tahun dan Bu  Jiah yang dimakamkan satu tahun lalu, kedua jasad Pasutri diketahui masih utuh lengkap dengan kafannya.
Praktis, utuhnya jasad dan kain kafan pasutri itu langsung membuat puluhan warga heran. Meski demikian, salah seorang cucunya langsung berteriak histeris, begitu jasad kakek dan neneknya diangkat dari kubur.“Subbahannallah, melihat  jasad kakek dan nenek yang masih utuh,  saya merasa tidak kuat untuk menahan tangis,”kata Cristy.
Sementara itu.  Kapolsek Panji, Situbondo AKP Hariono mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengamanan pelaksanaan pembongkaran dan pemamakan kembali dua jasad tersebut, setelah sebelumnya mendapat  permintaan dari Kades Panji Kidul.
“Kami hanya melakukan pengamanan proses pemindahan kedua makam tersebut, sedangkan motifnya pemindahannya saya tidak tahu,”ujar AKP Haryono.(fat)



Loading Facebook Comments ...