Search

Tiga Kabupaten di Papua Dinilai Rawan Konflik Pilkada 2018

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Foto : riy)
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar. (Foto : riy)

Jayapura,reportasenews.com – Kepolisian Daerah Papua mengungkapkan ada tiga daerah yang dianggap rawan pada pelaksanaan pemilihan kepada daerah semester ketiga di tahun 2018 mendatang untuk wilayah Provinsi Papua.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, menjelaskan ketiga daerah yang dianggap rawan yakni Kabupaten Jayawijaya, Paniai dan Timika.

Alasan kepolisian mengungkapkan ketiga daerah itu dinggap rawan, lantaran menilai adanya pengelompokan masyarakat secara politik dalam mendukung kandidat Bupati.

“Tingkat kerawanannya bukan datang dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), namun berkaitan dengan dinamika dukung mendukung antar masyarakat. Rawan gesekannya disitu karena pasti ada pengerahan kekuatan oleh kandidat,” ungkap Kapolda kepada wartawan, Senin (16/10).

Boy Rafli pun memandang semua pihak harus mengambil peranan untuk mencegah terjadinya bentrok antar massa pendukung calon dalam Pilkada serentak 2018 di Papua.

“Tak lepas dari kewajiban para pasangan calon, dimana mereka wajib memberikan penyadaran kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan hal yang merugikan kepentingan umum dan menghormati proses Pilkada,” lugasnya.

Disisi lain, Kapolda mengaku bakal meningkatkan unsur pengamanan  saat memasuki massa penetapan pasangan calon kepala daerah hingga masa kampanye. Bahkan Jendral Bintang Dua itu sudah meminta dukung personil pengamanan dari unsur BKO Brimob maupun TNI.

“Sejak tahapan ini biasanya sudah ada dinamika, apalagi memasuki masa kampanye. Tidak menutup kemungkinan, dua pertiga kekuatan Polda Papua dikerahkan semuanya untuk mengawal tahapan ini,” ungkapnya.

Diketahui, Polda Papua mendeteksi sedikitnya 15 ancaman pada penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 yang akan memperebutkan kursi gubernur Papua dan tujuh kursi bupati.

Diantaranya aksi penembakan dan perampasan senjata api maupun amunisi di wilayah Pegunungan Papua. Teror, intimidasi, dan pengancaman serta aksi pengrusakan fasilitas penyelenggara Pilkada juga dinilai berpotensi terjadi.

Termasuk intervensi birokrat atau elit dan money poltik, serta bentrokan antar massa pendukung calon atau perang antar kelompok masyarakat tertentu. (riy) 




Loading Facebook Comments ...