Search

Tiga Orang Berebut Rekomendasi PDIP

Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi (baju hitam)dan anggota DPRD Provinsi Jatim, dari PDIP, Eddy Paripurna (baju merah), saat fit and propert test. (foto : abd)
Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi (baju hitam)dan anggota DPRD Provinsi Jatim, dari PDIP, Eddy Paripurna (baju merah), saat fit and propert test. (foto : abd)

Pasuruan, reportasenews.com -Jelang pemilihan bupati (pilbub) Kabupaten Pasuruan 2018 mendatang, sedikitnya tiga orang berebut rekomendasi sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan dari PDIP.
Ketiganya telah dinyatakan lolos dalam proses penjaringan digelar oleh DPC PDIP Kabupaten Pasuruan. Para calon ini diwajibkan mengikuti fit and propert test di DPD PDIP Jawa Timur, bersama sejumlah calon kepala daerah dari delapan daerah lainnya.

Ketiga calon yang berebut rekomendasi PDIP tersebut, yakni Andri Wahyudi, Ketua DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Eddy Paripurna, Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Jatim yang juga mantan Wakil Bupati Pasuruan, serta M Irsyad Yusuf, Bupati Pasuruan.

Namun dari tiga orang calon tersebut, baru dua orang yang telah mengikuti fit and propert tes di DPD PDIP Jatim, Sabtu (2/9).

“Ketiga nama itu hasil penjaringan DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, Juli lalu. Saat ini, tahapannya fit and propert test di DPD Jatim dan Sabtu (2/9) kemarin, dua calon sudah mengikutinya, yakni Andri Wahyudi dan Eddy Paripurna. Sedangkan Irsyad Yusuf baru minggu depan jalani fit and propert test,” papar Wakil Sekretaris DPD PDIP Jatim, Yordan Batara Goa, pada wartawan, Minggu (3/9).

Sementara itu, M Irsyad Yusuf yang menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan dan telah mengantongi restu DPP PKB sebagai calon Bupati Pasuruan, semestinya mengikuti fit and propert test bersama dengan Andi dan Eddy. Namun Irsyad meminta izin jadwalnya ditunda, lantaran adanya kesibukan sebagai Bupati Pasuruan yang tidak bisa ditinggalkannya.

“Dia bersama sejumlah calon kepala daerah lain yang mengajukan izin, karena berhalangan. Jadwalnya ditunda minggu depan, saat ini masih dikoordinasikan,” ucap Yordan.

Setelah fit and propert test, calon bupati maupun wakil bupati, selanjutnya akan mengikuti psikotes yang akan dilakukan DPP PDIP di Jakarta. Jadwalnya juga ditentukan sekitar September ini.

Namun sebelum rekomendasi dari DPP PDIP diberikan kepada para calon, DPD PDIP Jatim diwajibkan untuk menyerahkan hasil survey yang dilakukan tim independen untuk mengetahui elektabilitas calon yang akan diusungnya.

“Surveynya dari lembaga luar. Tujuannya agar diketahui besar elekatabilitas calon yang akan diusung dan tidak bias dalam pilkada nanti,” katanya.

Perkembangan menarik terjadi pada dua calon yang sama-sama kader PDIP, Andri Wahyudi dan Eddy Paripurna. Ternyata keduanya sama-sama memperebutkan rekomendasi sebagai calon bupati.
Padahal, Eddy Paripurna dalam Pilkada 2013 lalu maju diusung PDIP sebagai Calon Bupati Pasuruan. Bahkan kabar merebak bahwa dia tetap maju sebagai calon bupati.

Ternyata saat mengikuti fit and propert test, undangannya justru sebagai calon wakil bupati.

“Saya mengikuti fit and propert test bersama Pak Eddy Paripurna. Undangan yang saya terima dari DPD PDIP Jatim memang sama dengan Pak Eddy, sebagai calon Wakil Bupati Pasuruan,” beber Andri Wahyudi.

Selain Kabupaten Pasuruan, fit and propert test yang digelar DPD PDIP Jatim, juga diikuti calon bupati/calon wakil bupati serta calon walikota/wakil wali kota dari daerah lainnya. Di antaranya, Kota Malang, Kota Kediri, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Mojokerto.(abd)




Loading Facebook Comments ...