Search

Tim Intelijen Kejagung Tangkap DPO Kasus Pajak di Kebun Sawit

Tersangka pengemplang pajak ditangkap di perkebunan sawit, Desa Sidomakmur, Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (20/6/2019). (Ist)
Tersangka pengemplang pajak ditangkap di perkebunan sawit, Desa Sidomakmur, Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (20/6/2019). (Ist)

Jakarta, reportasenews.com – Tim inteliijen Kejaksaan Agung bersama Tim AMC berhasil menangkap seorang pria berinisial S, buronan kasus pengemplang pajak yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Jenderal Pajak, di perkebunan sawit, Desa Sidomakmur, Gunung Megang, Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (20/6/2019).

Tersangka tersangkut perkara tindak pidana pajak berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Dirjen Pajak Nomor: PRIN-07.DIK/PJ.05/2013 tanggal 22 Oktober 2013.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, mengatakan S diduga melakukan perbuatan melanggar hukum di bidang perpajakan, yaitu: dengan sengaja menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

“Tersangka juga dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut pada KPP Pratama Prabumulih Sumsel, tempat tersangka selaku direktur CV Tengkiang yang terdaftar dan menyampaikan SPT,” ungkap Mukri, Jumat (21/6/2016).

Perbuatan tersangka, Mukri menjelaskan, menyebabakan kerugian pendapatan negara sebesar Rp 7,99 miliar yang terdiri dari SPT Masa PPN Tahun 2006 sebesar Rp 2.004.948.347,  SPT Masa PPN Tahun 2007 sebesar Rp 1.825.331.884, SPT Masa PPN Tahun 2008 sebesar Rp 1.770.006.944, dan SPT Masa PPN Tahun 2009 sebesar Rp 2.392.744.249.

“Perbuatan mengemplang pajak yang dilakukan tersangka dalam kurun waktu tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 tersebut, dalam aturan hukum melanggar pasal 39 ayat (1) huruf b dan huruf g UU No. 6 Tahun 1983 tentang KUP sebagaimana telah diubah dengan UU No. 16 Tahun 2000 untuk Tahun Pajak 2006 dan 2007, ditambah dengan pasal 39 ayat (1) huruf c dan huruf I UU No. 6 Tahun 1983 tentang KUP sebagaimana telah diubah dengan UU No. 28 Tahun 2007 untuk Tahun Pajak 2008 sampai dengan tahun 2010 juncto pasal 64 KUHP,” papar Mukri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Mukri, tersangka diterbangkan dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta untuk diserahkan kepada penyidik Direktorat Jenderal Pajak. (Tjg/Sir)




Loading Facebook Comments ...