Search

Timsus Ditsamapta Inisiatif Rapid Tes Keluarga Korban Covid

Hasil rapid tes anak korban terindikasi covid 19 di posko kesehatan Polda Metro Jaya negatif. (foto.dik)
Hasil rapid tes anak korban terindikasi covid 19 di posko kesehatan Polda Metro Jaya negatif. (foto.dik)

Jakarta, Reportasenews – Anggota tim khusus  Ditsamapta Polda Metro Jaya membawa  keluarga korban terindikasi covid 19 menjalani rapid tes di posko kesehatan Subbid Dokpol Polda Metro Jaya kemarin siang.

Mereka yang menjalani rapid tes diantaranya Toriq, anak kandung korban meninggal yang terindikasi covid 19 warga kelurahan Kramat Pulo, Senen,  Jakarta Pusat.  Selain Toriq, tetangga korban bernama Ipah yang menjadi ibu asuh turut menjalani tes.

Keduanya menjalani rapid tes karena kecemasan warga yang kawatir dengan keberadaan mereka setelah ditinggal korban. Karena tidak tahu harus kemana akhirnya petugas berinisiatif membantu mereka.

Direktur Samapta PMJ, Kombes Pol M. Ngajib mengatakan setiap ada pemulasaran jenazah yang diindikasikan covid 19 jangan sampai ada keluarga atau masyarakat ikut tertular virus.

“Kita melihat bahwa setiap ada pemulasaran jenazah yang ditangani dengan prosedur covid 19 yang ada di perumahan jangan sampai keluarga atau masyarakat setempat tertular. Oleh karena itu kita berinisiatif mengajak keluarga terdekat korban mengikutu rapid tes”. Jelas M Ngajib.

Dari rapid tes yang dilakukan petugas di posko kesehatan, hasilnya keduanya dinyatakan negatif. Selanjutnya mereka diantar kembali ke rumah oleh petugas dari Ditsamapta.

Timsus Ditsamapta saat memberikan pengarahan kepada warga tetangga korban yang terindikasi civid 19. (foto.dik)

Timsus Ditsamapta saat memberikan pengarahan kepada warga tetangga korban yang terindikasi civid 19. (foto.dik)

Petugas juga memberikan pengarahan untuk menenangkan warga agar bisa menerima mereka kembali karena sudah dinyatakan negatif covid 19. Yanti, salah seorang Pengurus warga berharap harap cemas selama menunggu hasil tes kedua warganya.

“kalau memang hasilnya bagus semuanya bagus alhamdulillah saya terima kasih ya pak. saya sampe gemeteran soalnya warga kemarin juga pada nanya kawatir”. Ujar Yanti gemetar.

Sebelumnya korban bernama Lovely Desembry, 41 tahun diketahui meninggal pertama kali oleh anak semata wayangnya setelah mengeluh sesak nafas, batuk dan sakit perut.

“Setelah sesak nafas mama itu perutnya sakit seperti ditusuk setelah itu saya lihat mama sudah gak nafas dan kaku semuanya” papar Toriq.

Petugas kesehatan dari Puskesmas setempat yang menangani korban kemudian mehubungi posko  timsus Ditsamapta PMJ untuk melakukan pengamanan dan pemulasaran sesuai dengan prosedur penanganan pasien covid 19 sebelum dimakamkan. (dik).




Loading Facebook Comments ...