Search

Tingkatkan Keterampilan Menembak, Korp Marinir Gelar Latsendu di Situbondo

Korps Marinir TNI AL  menggelar Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten, Situbondo, Jawa Timur. (foto:fat)
Korps Marinir TNI AL menggelar Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten, Situbondo, Jawa Timur. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com -Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan menembak,  Korps Marinir TNI AL  menggelar Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir Karang Tekok, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten, Situbondo, Jawa Timur, Minggu (26/8/2018).
Menariknya, kegiatan Latsendu Tahun 2018 tersebut,  dipantau langsung oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana Siwi Sukma Adjie, serta dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Situbondo, melalui titik tinjau T12 Karang Tekok, Banyuputih, Situbondo.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Siwi Sukma Adji mengatakan, jika latihan tempur pada hari ini merupakan puncak Latihan Kesenjataan Terpadu (Latsendu) Korps Marinir Tahun  2018.”Dengan tujuan utama, untuk  menguji kemampuan dan keterampilan prajurit Marinir TNI AL,”kata KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adjie, Minggu (26/8/2018).
 Menurutnya, Latsendu ini merupakan latihan  tindak lanjut dari beberapa kesenjataan mulai dari persenjataan perorangan, kafeleri, armed, kafeliri pertahanan udara dan latihan persenjataan lainnya.
“Selain untuk mengukur atau menguji kemampuan prajurit, namun dalam latsendu ini juga untuk mencoba  persenjataan yang dimiliki,  maupun doktrin yang disesuaikan dengan kemajuan serta taktik perang,”bebernya.
Selain itu, Latsendu juga untuk pengembangan alutsista (alat utama sistem pertahanan) yang sudah di sesuaikan dengan program yang telah dirancang TNI AL 2015, dan demikian juga pengembangan alutsista 2020-1024 juga telah disusun.
Pantauan Reportasenws.com dilapangan, dalam melakukan Latsendu Tahun 2018,      Korps Marinir TNI AL melaksanakan latihan Gerakan Maju Untuk Kontak atau GMUK dan dilanjutkan dengan perang kota dalam rangka Latihan Kesenjataan Terpadu Tahun 2018, dilaksanakan sejak beberapa hari terakhir lalu, sedangkan  puncak latihan dilaksanakan pada Minggu (26/8).
Kegiatan perebutan sasaran yang melibatkan dari beberapa unsur baik dari kendaraan tempur howitzer, tank maupun dari senbanif itu sendiri yang bertujuan untuk menyelesaikan dan merebut sasaran pokok musuh yang berada di garis depan.
Senjata bantuan infanteri (Senbanif) mortir 81 mm dengan jarak tembakan 1.700 meter dan mortir 60 mm dengan jarak tembakan 1.200 meter buatan Rusia.
Selain mortir 81 mm dan mortir 60 mm senjata bantuan tank juga ikut melakukan penembakan dalam merebut dan menduduki sasaran musuh pada sekenario Latsendu 2018 tersebut.(fat)



Loading Facebook Comments ...