Search

Tipu Ratusan Juta Rupiah, Oknum Guru Honorer Dipolisikan

Para korban penipuan oknum guru honorer didampingi kuasa hukumnya. (Foto/Fat)
Para korban penipuan oknum guru honorer didampingi kuasa hukumnya. (Foto/Fat)

Situbondo, Reportasenews.com -Melakukan penipuan dengan modus kerjasama jual beli mukenah, Hafit Nur Hainia (25), warga Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Situbondo, Selasa (26/2/2019).

Akibat aksi penipuan yang dilakukan perempuan berhijab, yang  mengaku  berprofesi sebagai guru honorer  di  salah satu SD di Kota Situbondo,   puluhan korban dengan  koordinator  Rony (32), warga Jalan Melati, Situbondo,   mengalami kerugian dengan nominal sebesar Rp.837 juta lebih.

Ironisnya, untuk meyakinkan para korbannya,  Hafit memberikan penghasilan sebesar Rp. 1 juta setiap bulannya, untuk korban yang menanamkan modalnya sebesar Rp.2,4 juta. Selain itu, dalam menjalankan bisnisnya,  Hafit   mengaku melakukan kerjasama dengan  koperasi di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes)  ternama di Kota Situbondo.

Saat ini, kasus penipuan tersebut dilaporkan  ke Sentra Pelayanan Kepolisian   Terpadu  (SPKT)  Polres Situbondo, namun dalam melaporkan kasus penipuan tersebut,  para korban penipuan  oknum  guru honorer salaah satu  SD di Kota Situbondo itu,  didampingi  salah seorang pengara senior di Kota Situbondo, yakni Supriyono selaku kuasa hukumnnya.

Supriyono,  selaku  kuasa hukum  para korban mengatakan, para korban terpaksa  melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolres Situbondo. Sebab,  sejak Nopember 2018 lalu, hingga kini Hafit tidak memberikan uang jasa kepada para korban.  Bahkan, uang modal sebesar modal sebesar Rp. 837 juta, yang disetorkan pada Nopember 2018  lalu,  juga belum dikembalikan oleh Hafit.

”Nah.  Karena terkesan  tidak ada itikad baik dari Hafit, khusus untuk koordinator Rony, dengan jumlah anggota sebanyak 40 orang itu, melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolres Situbondo,”ujar Supriyono, Selasa (26/2/2019).

Menurutnya, sebetulnya jumlah member yang menjadi korban penipuan, dengan modus melakukan kerjasama bisnis jual mukenah  itu sebanyak 10 member, dengan kerugian yang   diperkirakan  mencapai Rp.3,5 miliar. Namun yang melaporkan kasus penipuan ini baru satu member ke SPKT Polres Situbondo, yakni member dengan koordinator Rony.

”Awalnya, Hafit lancar dalam memberikan uang jasa setiap bulan kepada pemberi modal, namun sejak Nopember 2018  lalu, dengan   jumlah anggota Rony yang bertambah, hingga menanamkan modalnya sebesar Rp. 837 juta. Sejak saat itupula, Hafit mulai terlihat mulai  kelimpungan dan tidak membayar uang jasa setiap bulannya,”bebernya.

Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo membenarkan laporan kasus penipuan tersebut, dengan terlapor Hafit Nur  Hainia.”Untuk mendalami  laporan kasus penipuan tersebut, penyidik akan memanggil sejumlah saksi dan terlapor, untuk diminta keterangannya,”kata Iptu Nanang Priyambodo.(fat)




Loading Facebook Comments ...