Search

Tipu Rp 500 juta, Seorang Ibu Muda  Situbondo Dipolisikan

ILustrasi (ist)
ILustrasi (ist)

Situbondo,reportasenews.com – Melakukan penipuan dengan modus menjanjikan keuntungan sebesar 10 persen kepada korbannya, seorang ibu muda bernama Hafid Nur Hania (25), warga Desa Alasmalang, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo dilaporkan ke Sentra Pelayanan KepolisianTerpadu (SPKT) Polres Situbondo.

Sebab, akibat perbuatan yang dilakukan oleh terlapor Hafid Nur Hania, korban Agel Bil Gasir (49), warga Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota,  Kabupaten Situbondo, Jawa Timur   mengalami kerugian dengan nominal  sebesar Rp.500 juta.

Aksi penipuan yang dialami oleh korban Agel Bil Gasir itu, berawal pada  11 Januari 2019 lalu,  terlapor mendatangi rumah korban dan  menawarkan kerjasama bisnis jual beli mukena. Pada saat itu,  terlapor berjanji akan memberikan penghasilan sebesar 10 persen kepada korban setiap bulannya.

Namun, karena tertarik dengan janji keuntungan besar  10 persen yang dijanjikan langsung oleh terlapor. Pada saat itu, korban Agel Bil Gasir  langsung mentransfer uang  dengan nominal sebesar Rp.500 juta ke rekening terlapor Hafid Nur Hania.

Sayangnya, hingga tiga bulan terlapor tidak memberikan penghasilan sebesar 10 persen. Bahkan, setelah dirinya meminta terlapor agar mengembalikan uang sebesar Rp. 500 juta, terlapor Hafid Nur Hania justru selalu ingkar janji, hingga akhirnya korban melaporkan kasus yang dialaminya ke Mapolres Situbondo.

“Saya terpaksa melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolres Situbondo, karena terlapor Hafid Nur Hania ingkar janji. Bahkan terlapor  terkesan tidak ada itikad baik,”kata Agel Bil Gasir, saat melaporkan kasus yang menimpanya ke SPKT Polres Situbondo, Selasa (11/6/2019).

Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo mengatakan, dalam melaporkan kasus penipuan yang dialaminya, korban mengaku tertarik dengan janji keuntungan 10 persen bisnis mukena, yang akan dikirim ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur.

“Jika terlapor  Hafid Nur Hania terbukti melakukan penipuan dengan modus menjanjikan keuntungan, dia akan dijerat dengan pasal 378 KUHP. Selain itu, dalam melaporkan kasus penipuannya, korban menyertakan barang bukti (BB) bukti transfer,”ujar Iptu Nanang Priyambodo.(fat)




Loading Facebook Comments ...