Search

Tipu Rp.837,5 juta, Oknum Guru Honorer Dipolisikan di Situbondo

ilustrasi. (foto Ist)
ilustrasi. (foto Ist)

Situbondo,reportasenews.com – Oknum guru honorer bernama Hafidz (25), warga Desa Alasmalang, Kecamatan Kota, Situbondo, dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Situbondo, lantaran melakukan penipuan dengan nominal sebesar Rp.837,5 juta.

Dalam laporannya ke SPKT Polres Situbondo, korban Rony Andi Martha Lukmantya (32), warga Jalan Melati, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo mengatakan, jika dalam melakukan aksi penipuannya, terlapor mengajak istri korban untuk  melakukan kerjasama jual beli busana muslim, dengan iming-iming  penghasilan yang sangat  besar.

Diperoleh keterangan, aksi penipuan  yang dialami oleh korban  terjadi pada awal Desember 2018 lalu itu, berawal saat korban dan terlapor yang sama-sama mengajar di salah satu sekolah di Kota Situbondo.  Saat itu, terlapor mengajak istri korban untuk kerjasama jual beli busana muslim, yang akan dikirim seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur.

 Namun, karena tergiur dengan iming-iming penghasilan  yang sangat  besar, istri korban  tertarik dengan janji kerjasama bisnis tersebut. Bahkan, istri korban langsung menyerahkan uang tunai dengan nominal  sebesar Rp.837,5 juta, hingga akhirnya korban melaporkan kasus penipuan yang dialami ke SPKT Polres Situbondo.

“Selama lima bulan terlapor memberikan  uang bagi hasil, namun setelah lima bulan terlapor tidak lagi memberikan  uang bagi hasil. Bahkan, setelah saya minta uang pinjaman modal dikembalikan, terlapor hanya janji-janji saja, sehingga saya melaporkan kasus penipuan ini ke Mapolres Situbondo,”kata korban Roni Andi Martha Lukmantya, Minggu (28/4/2019).

Kasubbag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priyambodo membenarkan laporan  penipuan, dengan modus mengajak korbannya melakukan kerjasama bisnis jual beli busana muslim, dengan nominal penipuan sebesar Rp.837,5 juta.

“Jika oknum guru honorer terbukti melakukan aksi penipuan, terlapor Hafidz akan dijerat dengan pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal selama 4 tahun kurungan penjara,”kata Iptu Nanang Priyambodo.(fat)




Loading Facebook Comments ...