Search

Tokoh Dunia Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Paus Fransiskus (foto.ist)
Paus Fransiskus (foto.ist)

Banten, Reportasenews.com – Ucapan belasungkawa terus mengalir dari para pemimpin dunia untuk korban tsunami Selat Sunda di Indonesia. Sejumlah tokoh dudia seperti Paus Fransiskus, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyampaikan rasa prihatin dan dukungannya untukIndonesia.

Paus mengajak semua orang untuk bergabung dalam doa untuk para korban dalam tragedi tsunami di Indonesia.

“Permohonan saya adalah agar saudara dan saudari ini tidak kekurangan solidaritas kita dan dukungan dari komunitas internasional,” kata Paus   saat berbicara kepada para peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus Vatikan.

Sementaa pada situs web Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Indonesia Joko Widodo atas peristiwa tragis dari tsunami yang menghantam wilayah pesisir Selat Sunda pada Sabtu lalu.

Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan solidaritas untuk Indonesia melalui akun Twitternya. Trump mencuit bahwa Amerika Serikat berdoa untuk pemulihan dan kesembuhan para korban.

Melalu Presiden Joko Widodo masyarakat Indonsia juga menerima ucapan belasungkawa dari Kanselir Jerman Angela Merkel.

“Berita dan gambar dari Indonesia sangat menyedihkan. Kami ikut berduka dengan para keluarga korban dan berharap banyak orang dapat diselamatkan,” dalam Twitternya  tegas jurubicara pemerintah Jerman, Ulrike Demmer.

Data sementara yang dikeluarkan BNPB tercatat 373 orang meninggal, 1.459 orang mengalami luka-luka, 128 orang belum ditemukan.

Daerah yang paling terdampak tsunami di wilayah pesisir banten meilputi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Sementara didaerah pesisir pantai selatan lampung daerah yang paling terdampak yaitu  meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.

Kepala BNPB Paul Sutopo mengatakan dari sebanyak 11.453 orang pengungsi, telah berkurang menjadi 5.361 orang. Sebagian pengungsi telah kembali ke rumahnya. Peningkatan jumlah pengungsi akibat adanya isu tsunami susulan. (dik)

 




Loading Facebook Comments ...