Search

Tolak Bencana, Warga Bugeman Gelar Ritual Ojung

Lomba adu cambuk warga Bugeman, Situbondo dalam acara selamatan Desa (foto. Fat)
Lomba adu cambuk warga Bugeman, Situbondo dalam acara selamatan Desa (foto. Fat)

Situbondo, Reportasenews.com – Warga Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo,Jawa Timur menggelar lomba  Ojung atau adu cambuk dengan  menggunakan rotan  dalam acara selamatan desa.

Satu per satu para petarung unjuk kebolehan memainkan senjata rotan untuk mencambuk badan lawan. Dalam lomba ini, setiap petarung diberi kesempatan tiga kali mencambuk badan lawan secara bergantian. Saat bersamaan petarung satunya juga harus pintar menangkis cambukan lawan juga dengan rotan. Siapa cambukannya paling banyak mengenai badan lawan, dialah yang menjadi pemenangnya.

Kepala Desa (Kades) Bugeman, Kecamatan Kendit, Situbondo Udid Yulianto mengatakan, lomba ojung menjadi salah satu ritual setiap melaksanakan selamatan desanya. Lokasi pelaksanaannya pun juga sudah ditentukan harus di Dusun Belengguen.

Konon, ritual ojung itu menjadi kewajiban selamatan desa atas petuah para pembabat desa setempat, pada abad ke 13 silam. Sehingga menjadi tradisi turun menurun. Bahkan, hingga kini, tradisi lomba ojung tersebut  masih dipertahankan.

“Di daerah lain ojung biasanya menjadi ritual meminta hujan. Namun, di Desa Bugeman tidak sekedar itu, tapi sudah menjadi kewajiban ritual setiap selamatan desa. Sebab, jika  tidak dilaksanakan, desa ini diyakini akan rawan bencana,” kata Udid Yulianto, Kades  Bugeman, Kecamatan Kendit, Selasa (12/12).

Pantauan Reportasenewa.com dilapangan, pagelaran ojung dalam rangka selamatan Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, cukup menarik perhatian. Ribuan warga dari berbagai desa di Situbondo. Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan secara  setiap petarung yang berlaga dalam lomba ojung tersebut.

Menariknya, lomba ojung tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Kendit saja, melainkan juga diikuti dari sejumlah desa di Kabupaten Situbondo. Bahkan, sebagian peserta diketahui berasal dari kabupaten tetangga, yakni Bondowoso dan Probolinggo.

Kepala Dinas Parawisata (Dispar) Pemkab Situbondo Sofwan Hadi mengatakan,  ojung menjadi tradisi khas dan aset Kabupaten Situbondo yang harus terus dilestarikan.

“Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat Bugeman yang masih mempertahankan tradisi dan budaya  ojung ini,” ujar Sofwan Hadi.

Selain disaksikan langsung ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Situbondo, lomba ojung dalam rangka selamatan Desa  Bugeman tersebut, juga diketahui disaksikan oleh istri Bupati Situbondo Hj. Umi Kulsum, dan istri Kapolres Situbondo, Camat Kendit.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...