Search

Tolak Tambang, Puluhan Warga Desa Kukusan Datangi Bupati

Puluhan warga Desa Kukusan, saat ditemui di ruang IR Kantor Pemkab Situbondo. (foto:fat)
Puluhan warga Desa Kukusan, saat ditemui di ruang IR Kantor Pemkab Situbondo. (foto:fat)
Situbondo,reportasenews.com – Menolak rencana  aktivitas tambang, puluhan masyarakat Desa Kukusan, Kecamatan Kendit,   Kabupaten Situbondo, mendatangi Kantor Pemkab Situbondo, untuk bertemu dengan Bupati Dadang Wigiarto.
Tiba di kantor Pemkab Situbondo, puluhan warga Desa Kukusan, mereka langsung temui oleh Bupati Dadang Wigiarto di ruang Intelligence Room (IR) di Kantor Pemkab Situbondo.
H Ramli, salah seorang tokoh masyarakat Desa Kukusan mengatakan, pihaknya bersama warga menolak keras rencana aktivitas tambang tersebut, meski ijin tambangnya sudah terbit dari Pemerintah Provinsi Jatim, karena akibat tambang tersebut sumber air akan kering, serta jalan yang sudah bagus akan rusak.
“Oleh karena, kami mohon kepada Bupati untuk menjembatani, agar rencana penambangan di Kukusan digagalkan. Karena sampai kapanpun kami menolak adanya penambangan,” kata H Ramli, Selasa (13/8/2019).
Hal senada juga sampaikan Jupriyanto Kepala Desa Kukusan, sampai kapanpun dirinya tidak menyetujui adanya rencana aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Putri yang berada di wilayah Kukusan. Sebab, aktivitas pertambangan akan merusak lingkungan dan mengancam terjadinya longsor.
“Bukan tidak mungkin jika aktivitas pertambangan dilakukan akan terjadi longsor, padahal ada 2.600 kepala keluarga yang tinggal di kaki Gunung Putri. Belum lagi sumber mata air yang terancam habis,” ujar Jupriyanto.
Sementara itu, menanggapi tuntutan warga Desa Kukusan,  Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto berjanji akan melapor kepada Gubernur agar meninjau kembali izin usaha pertambangan (IUP) Eksplorasi serta mencarikan solusi sesuai dengan kearifan lokal yang berkembang saat ini demi kelestarian lingkungan di Situbondo.
“Kami akan menjelaskan bahwa di Kukusan terdapat sumber mata air yang dibutuhkan ribuan masyarakat Kukusan. Jika dilakukan penambangan maka debit air pasti berkurang. Apalagi di Kukusan pernah terjadi bencana alam akibat penambangan,” ungkap Bupati.
Bupati Dadang menegaskan,  sampai saat ini Pemprov Jatim masih menerbitkan wilayah ijin usaha pertambangan (WIUP) dan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi kepada pemilik lahan seluas 238,83 hektar di wilayah Kukusan yang direncanakan akan ditambang tersebut.
“Selama IUP Operasi Produksi belum dikantongi, tidak mungkin ada aktivitas penambangan. IUP-OP akan keluar, setelah ada tanda tangan dari masyarakat sekitar tambang,”pungkasnya.
Sekadar diketahui, kawasan Gunung Putri yang berada di Desa Kukusan direncanakan akan dijadikan area pertambangan. Konon,  seluas 238,83 hektar lahan yang berada di kaki Gunung Putri wilayah Kukisan, sudah berpindah tangan kepada pengusaha asal Sidoarjo yang berencana akan menambang di daerah tersebut.
Ribuan warga menolak. Meskipun demikan, warga masih resah sebab pengusaha tersebut sudah mengantongi WIUP dan IUP eksplorasi dari Pemprov Jatim. Warga ingin, semua ijin dicabut dan tidak akan pernah ada aktivitas penambamgan di kawasan Gunung Putri.(fat)



Loading Facebook Comments ...