Search

Tradisi Sepak Bola Api Saat Ramadan di Probolinggo

Para santri sedang bertanding sepak bola api di Probolinggo. (foto: mrh)
Para santri sedang bertanding sepak bola api di Probolinggo. (foto: mrh)

Probolinggo, reportasenews.com – Para santri di Ponpes Riyadlus Sholihin di Kota Probolinggo, menggelar pertandingan unik yaitu sepak bola api ala santri, Selasa (13/6) malam.

Sepak bola ini berbeda dengan sepak bola pada umumnya. Bola api dibuat menggunakan kelapa kering yang direndam dalam minyak tanah. Dimana para pesertanya tidak menggunakan sepatu untuk menendang bola api, mereka juga mengenakan sarung saat bertanding.

Pada pertandingan sepak bola api ini, masing-masing tim ada lima pemain. Anehnya, para pemain tidak merasakan panasnya api saat menendang bola api.

Abdul Hafid, salah satu pemain mengatakan ia sama sekali tidak merasakan panas pada kakinya saat menendang bola api. Ia mengaku bahwa memang ada bacaan yang telah diamalkan di pesantren tersebut.

“Tidak merasa panas sedikitpun, malah asyik bermain. Setiap Ramadan, kita menggelar olah raga sepak bola api ini di ponpes. Memang ada sedikit bacaan yang kita amalkan agar tidak panas,” ujar Hafid, usai pertandingan.

Sementara dikatakan Ustad Hafid Hadapi Salim, pengajar Ponpes Riyadlus Sholihin, bermain sepak bola api mempunyai filosofi dan api adalah tantangan kepada santri, jadi santri harus siap dan membaca amalan sebelum bertanding.

“Refresing sepak bola api, biasanya bola api ini dimainkan para santri yang sudah lulus dan akan turun ke pelosok daerah di masyarakat, ini filosofi merupakan tantangan di masyarakat,” ujarnya.

Usai bermain bola api, selanjutnya para santri melakukan Tadarus bersama di masjid pesantren.

Sayang dengan berkembangnya jaman, permainan sepak bola api mulai jarang di jumpai di pondok-pondok pesantren dan perkampungan lainnya, karena anak – anak lebih memilih permaianan modern dan game online. (mrh)




Loading Facebook Comments ...