Search

Tragedi Lion Air JT 610: Sebelum Terbang, Istri Mahheru Diminta Berdoa Agar Selamat 

Mahheru (46) seorang korban pesawat Lion Air JT610 yang terjatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi. (foto:ltf)
Mahheru (46) seorang korban pesawat Lion Air JT610 yang terjatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi. (foto:ltf)
Depok,reportasenews.com  – Mahheru (46) seorang korban pesawat Lion Air JT610 yang terjatuh di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) pagi sebelum take off melayangkan pesan terakhir melalui WhatsApp kepada istrinya, Sri Subekti. Dalam pesan tersebut tertulis kalau Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Kanwil Bangka Belitung itu pamit sekaligus meminta doa agar perjalanannya selamat.
Sekira pukul 07.00 WIB, Sri menyaksikan berita di televisi bahwa pesawat yang ditumpangi sang suami hilang kontak dan terjatuh di perairan Tanjung Pakis,Karawang.
“Pas mau take off pak Mahheru mengirimkan WA ke istrinya. Pamitan dan minta doa agar selamat, beliau juga ngirim foto. Jadi itu komunikasi terakhir dengan istrinya sebelum musibah tersebut terjadi,” kata sahabat Mahheru, Budi Rustono di rumah duka, Cilodong, Depok, Rabu (31/10/2018).
Budi menceritakan Mahheru bertugas di BPN Bangka Belitung sejak April 2018. Dan pada Jumat (26/10/2018) kemarin pulang kemudian berangkat lagi Senin (29/10/2018) guna mengikuti kegiatan di Kementerian ATR/BPN.

Biasanya Mahheru pulang setiap satu bulan sekali dan menghabiskan tiga hari bersama keluarga di kediamannya, Jalan Perintis RT 03/RW 03 Kelurahan Kalimulya, Cilodong, Depok.

“April kemarin dia mulai pindah ke Babel. Biasanya dia pulang satu bulan sekali, pulang Jumat, terus Senin pagi balik lagi. Kemarin ke Jakarta pas ada kegiatan di kantor pusat. Saya tahu karena saya pegawai BPN pusat juga,” ujarnya.

Menurutnya Mahheru selalu memilih penerbangan yang berangkat pukul 09.00 WIB, namun kala itu dia harus menghadiri kegiatan di BPN Bangka Belitung sehingga memilih penerbangan pagi.

Budi sendiri tak menyangka bahwa sahabat yang dia ajak membeli rumah di Kelurahan Kalimulya itu lebih dulu meninggalkannya.

“Biasanya dia selalu milih penerbangan yang jam sembilan. Tapi karena di BPN Babel lagi ada kegiatan jadi dia berangkat pagi. Enggak menyangka dia bakal jadi korban kecelakaan. Dulu saya yang ajak dia biar beli rumah di sini, makannya tetanggaan,” tuturnya.

Selain sang istri, kepergian Mahheru juga membawa duka bagi dua buah hati, Nabila Azzhara yang kini kelas 3 SMA dan Sofie yang duduk di bangku kelas 1 SMP.

Keluarga, kata Budi, sempat sulit menerima kenyataan dan akhirnya ikhlas untuk menggelar tahlilan pada Senin (29/10/2018) guna mendoakan Mahheru dan korban lainnya.

“Anaknya ada dua, perempuan semua. Sekarang keluarga sudah ikhlas, kita menunggu kabar dari RS Polri Kramat Jati soal hasil identifikasinya. Mohon doa yang terbaik saja,” ucap adik kandung Mahheru, Purnomo (39). (jan/ltf)




Loading Facebook Comments ...