Search

Trump Teken Keputusan Larang Pengungsi Muslim Masuk AS

Pengungsi Suriah mencari perlindungan/ UNHCR
Pengungsi Suriah mencari perlindungan/ UNHCR

Amerika, reportasenews.com: Donald Trump Presiden AS resmi meneken aturan yang melarang pengungsi muslim masuk kewilayah AS. Larangan ini mencakup beberapa wilayah yang disebutkan antara lain: Yaman, Suriah, Irak, Iran Libyia, Somalia, Sudan, dan beberapa lagi area lain yang menjadi perhatian khusus AS.

Alasan pelarangan itu karena mencegah masuknya musuh ketanah AS dan mencegah terjadinya aksi terorisme. Trump menuduh masuknya pengungsi itu sebagai bagian masuknya terorisme kenegaranya.

Keputusan kontroversial ini disebutkan menjadi bagian dari Program Penerimaan Pengungsi AS selama 120 hari. Namun begitu, Trump memberi batasan quota menerima pengungsi hanya 50.000 kepala, ini artinya separuh dari masa pemerintahan Obama. Khusus untuk pengungsi dari Suriah yang non muslim akan mendapat perhatian, tapi bukan pengungsi beragama Islam.

Larang Trump ini sontak menimbulkan reaksi keras dari kalangan luas di AS dan diseluruh dunia. The Council on American-Islamic Relations (CAIR), organisasi Muslim terbesar di AS menyebutkan, yang menjadi target larangan Trump adalah Muslim dan karena keyakinan agama. Hal itu bertentangan dengan Konstitusi AS mengenai kebebasan beragama.

Badan Penanganan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Imigrasi mengutuk keputusan AS ini dan meminta Trump memberikan perlindungan bagi pengungsi yang ingin menghindari perang dan penyiksaan, hak itu dilindungi oleh hukum internasional.

Dalam pernyataannya UNHCR menyebutkan, “Kebutuhan para pengungsi dan imigran dari dunia tidak pernah lebih besar, dan program transmigrasi adalah satu yang sangat penting di dunia.”.

Protes keras dan aksi demo pecah dijalanan disana akibat larangan kontroversial ini. Beberapa penduduk negara barat juga menentang keras keputusan bogot dan rasis Trump ini. Mengingat bahwa AS juga telah ikut campur mengirim pasukan bersenjata dan peralatan senjata kewilayah konflik yang mayoritas muslim, maka keputusan ini dianggap aneh. Pengungsi ada karena tanah kelahirannya dikacaukan oleh peperangan, dan kekacauan itu juga akibat campur tangan AS (HSG)




Loading Facebook Comments ...