Search

Unggah Video Provokasi, Dua Warga Panji Diamankan 

iseng mengunggah video bernada provokasi dan terkesan mengadu domba di grup WhatsApp (WA), dua pemuda asal Desa/Kecamatan Panji, Situbondo, diamankan oleh petugas Polres Situbondo (foto:fat)
iseng mengunggah video bernada provokasi dan terkesan mengadu domba di grup WhatsApp (WA), dua pemuda asal Desa/Kecamatan Panji, Situbondo, diamankan oleh petugas Polres Situbondo (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com  – Gara-gara iseng mengunggah video bernada provokasi dan terkesan mengadu domba di grup WhatsApp (WA), dua pemuda asal Desa/Kecamatan Panji, Situbondo, diamankan oleh petugas Polres Situbondo, Senin (5/3).

Dua pemuda yang diamankan oleh petugas, setelah sebelumnya dilaporkan oleh Hafid Yusik (32) warga Desa Pelleyan, Kecamatan Kapongan. Mereka adalah,  Zubaidi dan Akbar, keduanya diamankan dari rumahnya masing-masing.

Bahkan, begitu mendapat pengaduan tentang unggahan video yang bernada provokatif dan terkesan mengadu domba, petugas Polres Situbondo langsung mengamankan dua terlapor, karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu,  dengan tujuan, agar keduanya melakukan klarifikasi terkait unggahan video yang menyebar di grup WA tersebut.

Dalam laporannya, Hafid Yusik mengatakan, jika unggahan video yang dibuat dan sudah sudah diedit oleh Firdaus ke sejumlah grup WA sangat berbahaya dan dapat memprovokasi. Bahkan, dapat mengadu domba para santri.

“Oleh karena  itu, untuk memberikan  efek jera dan tidak mengulangi  perbuatannya lagi, saya bersama elemen masyarakat yang lain, langsung  mengadukan  ke Mapolres Situbondo,”kata Hafid Yusik, Senin (5/3).

Menurutnya, unggahan video  yang dibuat oleh Firdaus itu disebar oleh  kedua terlapor melalui grup WA. PAC GP Ansor Panji dan grup Operasi Madrasah itu terkesan mengadu domba dan terkesan bernada provokasi, sehingga untuk mengantisipasi adanya tindakan anarkis, pihaknya mengadukan ke Mapolres Situbondo.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan awal dan tidak ditemukan dugaan tindak pidanya, selanjutnya keduanya dilakukan mediasi dengan beberapa perwakilan dari Pondok Pesantren (Ponpes) di Situbondo.

“Dalam mediasi tersebut, kedua terlapor melakukan permintaan maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, sebelum dipulangkan,  kedua terlapor juga membuat surat pernyataan agar  tidak  mengulangi perbuatannya  lagi,”ujar Iptu Nanang Priyambodo.(fat)




Loading Facebook Comments ...