Search

UPTD Disdikbud Situbondo, Diduga Lakukan Pungli Kepada Peserta UAS SD

Kantor Dispendikbud Kabupaten Situbondo. (foto:fat)
Kantor Dispendikbud Kabupaten Situbondo. (foto:fat)

Situbondo,reportasenews.com – Berdalih untuk uang pengamanan naskah Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD, sejumlah Unit Pelayanan Tekhnis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  di Kabupaten Situbondo, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada setiap siswa kelas 6.

Meski pungli  tersebut tidak dibayarkan tunai oleh para siswa  peserta UAS SD di Kabupaten Situbondo, yakni diambil  dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), namun permintaan tersebut dinilai sangat memberatkan ribuan siswa peserta UAS SD di Kabupaten Situbondo.

Menurut sejumlah kepala sekolah SDN yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa permintaan uang dengan dalih untuk pengamanan naskah UAS yang akan berlangsung mulai tanggal 03-06 Mei 2018 itu, akan diambilkan dari dana BOS, dan itu merupakan instruksi para UPTD Disdikbud di Kabupaten Situbondo, dengan nominal antara   Rp 10.000  hingga Rp 12.500 per siswa.

Selanjutnya, para Kepala Sekolah SD itu diharuskan menyerahkan  uang tersebut  kepada panitia di masing-masing  UPTD di Kabupaten Situbondo. “Untuk SDN di wilayah Kecamatan Kapongan dimintai sebesar Rp 10.000 per siswa, dengan dalih untuk pengamanan naskah UAS. Bahkan, uang tersebut sudah diserahkan ke oknum panitia di UPTD,”kata salah satu Kepala sekolah di Kecamatan Kapongan yang namanya tidak mau disebut, Senin (2/5).

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala UPTD Kapongan, Situbondo Ali Yatim tidak membantah adanya pungutan dengan nominal Rp 10.000 bagi siswa kelas VI, sedangkan  uang itu nantinya akan diberikan kepada petugas  pengamanan naskah di masing-masing sekolah penyelenggara UAS SD.

“Pungutan Rp 10.000 per siswa kelas VI  itu akan digunakan untuk honor petugas keamanan, khusus di Kecamatan Kapongan tercatat sebanyak 316 peserta UAS,”kata  Ali Yatim.

Sedangkan panitia UAS di UPTD Disdikbud di  Kecamatan Jangkar, Situondo, menurut salah satu Kepala sekolah, pungutan untuk siswa kelas VI yang akan mengikuti UAS ditarik pungutan liar dengan nominal sebesar Rp 12.500.

“Di Kecamatan Jangkar untuk siswa kelas VI  yang mengikuti UAS diminta Rp 12.500,  uangnya dari BOS. Karena BOS belum cair, sehingga  terpaksa menggunakan dana talangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pemkab Situbondo, Fathor Rakhman mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya Pungli kepada para siswa peserta UAS imasing-masing SD di Kabupaten Situbondo. Itupun setelah mendapat informasi dari teman-teman wartawan.

“Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kami akan menanyakan langsung kepada para UPTD di masing-masing kecamatan di Kabupaten Situbondo,”kata Fathor Rahman.(fat)

 




Loading Facebook Comments ...