Search

Usung Tagline ‘Korupsi = Neraka’, Ike Edwin Enggan Pensiun Demi Negara

Irjen Pol. Ike Edwin saat pengajian dan santunan kepada anak yatim di rumahnya, kompleks Metro Permata 2, Tangerang Selatan, Jumat (5/7/2019). (Tjg)
Irjen Pol. Ike Edwin saat pengajian dan santunan kepada anak yatim di rumahnya, kompleks Metro Permata 2, Tangerang Selatan, Jumat (5/7/2019). (Tjg)

Jakarta, reportasenews.com – Awal Januari 2020 nanti, Irjen Pol. Ike Edwin akan mengakhiri masa tugasnya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, bagi Staf Ahli Kapolri ini, masa tugas yang berakhir di Kepolisian bukan berarti berakhir pula pengabdian untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk mengabdi pada NKRI, tak ada kata pensiun,” kata Irjen Pol. Ike Edwin saat dibincangi di sela-sela pengajian dan santunan kepada anak yatim di rumahnya, kompleks Metro Permata 2, Tangerang Selatan, Jumat (5/7/2019). Malam itu, perwira tinggi Polri yang akrab disapa Dang Ike ini sempat memberi ceramah keagamaan di hadapan puluhan anak yatim.

Menurut mantan Kapolda Lampung ini, masa tugas di Kepolisian memang sudah diatur dalam ketentuan perundan-undangan. Setiap anggota Polri, seperti halnya pegawai di instansi pemerintah lainnya, akan memasuki masa pensiun.

“Tapi, untuk negara, tidak ada aturan yang membatasi pengabdian. Artinya, tidak ada kata pensiun untuk mengabdi pada negara,” kata Ike Edwin yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Kepaksian Pernong di Kerajaan Adat Paksi Pak Skala Brak di Provinsi Lampung ini.

Dang Ike mengaku banyak hal yang dapat dia lakukan untuk negara sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya sebagai anggota Polri. Atas dasar itu pula, dia mengaku selalu siap dipanggil bertugas untuk kepentingan negara.

Sebagai anak bangsa yang berlatar belakang aparat penegak hukum, Ike mengaku akan terus mengabdi pada negara. Itu pula yang mendorongnya untuk mendaftarkan diri jadi calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (4/7/2019) lalu.

“Jika Allah Subhanahu Wata’ala menghendaki dan rakyat Indonesia memilih saya, saya akan fokus menjalankan tugas di KPK, karena nanti saya akan pensiun dari Kepolisian,” tutur Mantan Dirtipikor Mabes Polri yang kini gencar mengusung tagline: KORUPSI = NERAKA.

Ike maju sebagai Capim KPK untuk mewujudkan baktinya kepada bangsa dan negara. Terkait program yang diusung nanti, Ike menyebut KPK sudah baik. Namun, dia berjanji akan menyempurnakan apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan KPK saat ini.

Ike mengaku pilihannya untuk maju dalam Capim KPK sudah dikomunikasikan dengan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. “Pak Kapolri mendukung full,” kata Ike Edwin sambari tersenyum sumringah yang menjadi ciri khasnya.

Pada dasarnya, kata Ike, Kapolri Tito Karnavian mendukung dan memberi kesempatan kepada setiap anggota Polri yang ingin mendaftar jadi Capim KPK. “Pimpinan selalu mendukung kita,” tegasnya.

Lantas, apakah siap untuk bersikap independen jika ada kasus korusi di Polri? Ike enggan menjawab dengan tegas. “Pokoknya kita ingin berbakti kepada bangsa dan negara supaya negara ini lebih baik lagi,” tutur polisi yang menangkap koruptor pajak Gayus Tambunan ini.

Selain pengabdian dan dukungan Kapolri, Ike mengaku bersemangat mendaftar Capim KPK karena dorongan kuat dari berbagai kalangan masyarakat. Selama masa pendaftaran, Ike menyimak pemberitaan di berbagai media online, elektronik, dan cetak. Namanya sering disebut-sebut kalangan akademisi, aktivis antikorupsi, dan tokoh-tokoh masyarakat agar maju sebagai Capim KPK.

Ike yakin, masyarakat mendukungnya karena melihat track record dan prestasinya, terutama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, saat bertugas di berbagai daerah di Indonesia. Contohnya, saat menjadi Dirtipikor Mabes Polri, Ike berhasil mengungkap kasus pajak bernilaia triliunan rupiah yang melibatkan Gayus Tambunan.

Saat menjabat Kapolwil Surabaya, Ike juga berhasil mengungkap kasus restitusi pajak bernilai 60 triliun rupiah. Saat menjabat Kapolda Lampung, dia berhasil menekan angka tindak kriminal dan konflik sosial yang berbuah penghargaan dari Mendagri. Begitu juga saat bertugas sebagai Wakapolda Sulsel, dia mengukir sejumlah prestasi yang sulit dilupakan masyarakat.

Dukungan keluarga juga menambah semangat ayah dari dua anak ini untuk terus mengabdi kepada negara. Kendati sering ditinggal oleh ayahnya demi menjalankan tugas, Muhammad Gusti Saibatin tak juga kapok mendukung ayahnya demi kepentingan negara.

Kasih semangat buat ayah. Indonesia bisa lebih baik lagi kalau korupsi enggak ada lagi. Insya Allah, bapak terpilih,” kata Gusti, putra sulung Ike Edwin, saat mendampingi ayahnya mendaftar Capim KPK.

“Memberikan semangat untuk kerja karena Allah. Kami mendukung Bapak untuk mengabdi dan membawa Indonesia lebih baik lagi,” timpal dr. Aida Sofina, pendamping hidup Irjen Pol. Ike Edwin. (TIM)




Loading Facebook Comments ...