Search

Video Porno Indonesia Disukai Oleh Elit Korea Utara

Video porno amatir Indonesia ternyata digemari di Korea Utara/ Porn Hub
Video porno amatir Indonesia ternyata digemari di Korea Utara/ Porn Hub

Korea Utara, reportasenews.com – Segelintir elit penduduk Korea Utara ternyata gemar mengkonsumsi video porno online dari situs porno. Dan mengejutkan, ternyata video porno buatan asli Indonesia termasuk disukai disana.

Pada bulan Juli, data Google Analytics dari situs pornografi terbesar di dunia, PornHub, menunjukkan beberapa ribu pengguna masuk ke situs web dari Korea Utara selama 2016 dan 2017.

Kata kunci pencari video porno yang paling tinggi di Korea Utara mencakup banyak kebangsaan yang berbeda termasuk bahasa China, Mongolia, Jepang, Korea, Swedia dan Indonesia.

Di Indonesia sendiri video porno dilarang oleh hukum sehingga pembuatan film porno skala industri dijamin tidak ada disini. Namun peredaran video seks banyak dibuat memakai kamera ponsel amatir dan telah menyebar luas sejak 15 tahun ini.

Video amatir porno buatan Indonesia asli ini biasanya bocor dari ponsel. Entah itu karena dibajak dari jalur medsos, atau ponsel pemilik kecurian sehingga datanya disebarkan di internet. Kata kunci pencari “Indonesia” pada akhirnya ikut bertengger disitus video porno, ini jelas citra yang cukup memalukan.

Tidak semua penduduk Korut mempunyai akses ke internet. Hanya kalangan elit di pemerintahan yang diijinkan memakai internet. Kebanyakan warga hanya bisa masuk ke intranet domestik, yakni kanal Kwangmyong.

Perusahaan intelijen teknologi berbasis AS Recorded Future telah menemukan sekelompok kecil elit komunis yang setiap hari memeriksa email dan masuk keakun media sosial mereka, membaca koran-koran Cina seperti Xinhua dan People’s Daily, dan melakukan streaming video secara online.

“Upaya untuk mengisolasi elit dan kepemimpinan Korea Utara dari masyarakat internasional gagal,” kata seorang analis dari perusahaan tersebut.

“Sebenarnya, aktivitas internet mereka dalam banyak hal tidak berbeda dengan kebanyakan orang Barat.”

“Data tersebut menunjukkan kepemimpinan dan elit penguasa Korea Utara terhubung ke masyarakat Internet modern dan mungkin menyadari dampak keputusan mereka terkait uji coba rudal, penindasan populasi, aktivitas kriminal dan lebih banyak lagi terhadap masyarakat internasional,” kata Recorded Future.

Laporan tersebut mengatakan bahwa Facebook adalah situs jejaring sosial yang paling sering digunakan untuk warga Korea Utara, meski diblokir oleh sensor ketat negara itu pada April lalu. Kalangan elit Korut juga menghabiskan banyak waktu bermain game dan menonton video, ini menyumbang 65 persen dari semua aktivitas Internet di Korea Utara.

Selain itu, laporan ini mengklaim bahwa warga Korea Utara kemungkinan “terlibat dalam aktivitas cyber dan kriminal jahat” di negara-negara lain seperti India, Malaysia, Nepal dan Indonesia.

Pada bulan Mei, periset cybersecurity mengatakan bahwa mereka memiliki bukti teknis bahwa peretas Korea Utara terkait dengan serangan cyber roket global WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer di 150 negara. (Hsg)




Loading Facebook Comments ...