Search

Wabup Minta Guru Ngaji Tanamkan  Pendidikan Agama Sejak Dini

Wabup Yoyok Mulyadi meminta kepada para guru ngaji di Kabupaten Situbondo, selain mengajar membaca Al-qur'an kepada  para santri, para guru ngaji juga harus  menanamkan  pendidikan agama sejak dini  kepada para santrinya, (foto:fat)
Wabup Yoyok Mulyadi meminta kepada para guru ngaji di Kabupaten Situbondo, selain mengajar membaca Al-qur'an kepada para santri, para guru ngaji juga harus menanamkan pendidikan agama sejak dini kepada para santrinya, (foto:fat)
Situbondo,reportsenews.com – Hari kelima Ramadlan 1439 Hijriah, Wabup Situbondo Yoyok Mulyadi, menyalurkan insentif sebanyak 891 orang  guru ngaji pada tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Situbondo, yakni di Kecamatan Jangkar, Asembagus, dan Kecamatan Banyuputih, Senin (21/5).
Namun,  untuk Tahun 2018 ini, Pemkab Situbondo menyalurkan bantuan intensif guru ngaji di lakukan secara non tunai , sehingga Wabup Yoyok Mulyadi hanya menyerahkan buku tabungan kepada ratusan orang  guru ngaji pada tiga kecamatan tersebut, karena insentif guru ngaji tersebut, akan ditransfer melalui rekening masing-masing guru ngaji penerima insentif.
Usai menyerahkan buku tabungan kepada ratusan guru ngaji, Wabup Yoyok Mulyadi meminta kepada para guru ngaji di Kabupaten Situbondo, selain mengajar membaca Al-qur’an kepada  para santri, para guru ngaji juga harus  menanamkan  pendidikan agama sejak dini  kepada para santrinya, sehingga generasi mendatang mempunyai budi pekerti yang baik dan cinta terhadap tanah air.
“Sebab, dengan menanamkan pendidikan agama terutama tentang akidah  sejak dini kepada para santrinya, saya yakin paham radikalisme tidak akan tumbuh berkembang di Indonesia, khususnya di Kabupaten Situbondo. Sehingga  diharapkan ke depan, tidak ada lagi kelompok yang akan merongrong tentang keutuhan NKRI,”kata Wabup Yoyok Mulyadi, Senin (21/5).
Menurut Wabup Yoyok Mulyadi, diakui nominal insentif yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Situbondo Tahun 2018 itu, tidak sebanding dengan jasa para guru ngaji yang telah mengajar membaca dan menulis  Al-qur’an dan pendidikan agama kepada para santrinya.
“Namun, pemberian insentif ini merupakan bentuk kepedulian dan  penghargaan Pemkab Situbondo  kepada para guru ngaji yang mengajar para santrinya tanpa pamrih. Selain nominal insentif ini sesuai dengan kemampuan APBD Kabupaten Situbondo Tahun 2018,”ujar pria yang akrab dipanggil Yoyok.
Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Situbondo  Abdul Kadir Jailani mengatakan, untuk Tahun 2018 ini, jumlah total penerima insentif guru ngaji sebanyak 4.148 orang di Kabupaten Situbondo. Dengan rincian, guru ngaji sebanyak 4.072 orang, sedangkan sebanyak 76 orang adalah guru mingguan yang mengajar disejumlah gereja di Kota Situbondo.
“Sedangkan penyaluran insentif guru ngaji dilakukan secara bertahap, untuk besok (Selasa red-) akan disalurkan pada tiga kecamatan, yakni kecamatan Arjasa, Kapongan dan kecamatan Mangaran,”katanya.
Abdul Kadir menambahkan, untuk tahun 2018 ini, Pemkab Situbondo  juga menaikan bantuan insentif guru ngaji dari sebelumnya Rp. 800 ribu menjadi Rp. 900 ribu untuk masing-masing guru ngaji.
“Selain itu, untuk menghindari adanya pemotongan insentif guru ngaji oleh oknum yang tidak bertanggung jawan, pada tahun 2018 ini, penyaluran insentif guru ngaji dilakukan secara non tunai, yakni ditransfer langsung ke rekening guru nganji masing-masing,”pungkasnya.(fat)



Loading Facebook Comments ...