Search

Wali Kota Batu, ER Tersangka, KPK Sita Rp 300 Juta

Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. (foto: zonasatu)
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko akhirnya ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. (foto: zonasatu)

Jakarta, reportasennews.com – Setelah menangkap dan memeriksa lima orang hasil operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, akhinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka, Minggu (17/9).

Tiga tersangka itu adalah Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setiawan (ES), dan seorang pengusaha bernama Philip (PH).

“Kami menyimpulkan ada tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau fee pengadaan proyek di Pemkot Batu. Oleh karena itu, status kasus ini kami tingkatkan menjadi penyidikan dan menetapkan tiga tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dalam jumpa di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (17/9).

Selain mengumumkan para tersangka dalam kasus ini, KPK juga membeberkan kronologis penangkapan orang nomor satu di Pemkot Batu tersebut.

Adapun kronologis OTT KPK adalah sebagai berikut, Sabtu (16/9) sekitar pukul 12.00 WIB telah terjadi transaksi suap sebesar Rp 100 juta dari pengusaha bernama Philip kepada Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setiawan (ES).

Setelah itu, sekitar pukul 12.45 WIB Philip bergegas ke Rumah Dinas Wali Kota Batu Eddy Rumpoko untuk menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta dalam pecahan Rp 50 ribuan.

KPK juga sempat membuntuti Edi Setiawan dan mengamankannya bersama seorang temannya.

Sekitar pukul 13.30 WIB, KPK menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama seorang pengusaha bernama Philip yang menjadi rekanan proyek mebeler di Pemkot Batu.

Sekitar pukul 20.25 WIB, Eddy Rumpoko bersama tiga orang lain tiba di Jakarta dan langsung menjalani pemeriksaan intensif di Kantor KPK Jakarta.

Setelah melakukan pemeriksaan, terhadap lima orang itu, akhirnya KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini termasuk Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. (ham)




Loading Facebook Comments ...