Search

Wali Kota Pasuruan dan 3 Pejabat Serta 2 Orang Swasta  Diperiksa  di Mapolres

Suasana penjagaan cukup ketat di ditangga masuk pemeriksaan para saksi di Mapolres Pasuruan. (Foto : abd)
Suasana penjagaan cukup ketat di ditangga masuk pemeriksaan para saksi di Mapolres Pasuruan. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com – Penyidik dari KPK masih memeriksa Wali Kota Pasuruan, tiga pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, dan dua orang dari pihak swasta setelah empat orang petugas dari KPK didampingi Polisi melakukan penyegelan di 5 ruangan di Pemkot, yakni Staf Ahli, BLP, Kadis PUPR, Walikota dan Kadis Koperasi Perindag, Kamis (4/10/2018).
Bahkan hingga petang ini Wali Kota Pasuruan Setiyono yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT), masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pasuruan, Jalan dr Soetomo 1, Bangil. Mereka diperiksa masih berstatus saksi. Pemeriksaan dilakukan di lantai II gedung utama Mapolres, sejak pagi. Bahkan pebjagaan di ruang masuk diperketat
Selain Wali kota, dua kepala dinas yakni Pelaksana Harian (Plh) Kadis PUPR dan Kadis Koperasi dan UMKM serta Kepala BLP juga turut diamankan. Selain itu ada pihak swasta yang juga diamankan.”Iya masih diperiksa di mapolres,” jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono, saat dihubungi via selulernya.
Pihaknya dalam hal ini hanya menyediakan ruangan untuk penyidik KPK dan memastikan pemeriksaan berlangsung lancar. Sementara itu, hingga sore tadi ada beberapa anggota KPK yang dugaan keluar dari ruangan pemeriksaan dengan salah satu saksi langsung meninggalkan Mapolres dengan menggunakan sebuah mobil minibus menuju ke arah Surabaya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan bahwa Polres Pasuruan Kabupaten dipinjam penyidik Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) untuk melakukan penyidikan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), di lingkungan Pemkot Pasuruan.
Namun Barung mengaku tidak mengetahui dalam perkara apa dan siapa saja yang diamankan. “Itu kewenangan KPK, kalau ditanya Polres Pasuruan dipinjam KPK saya jawab iya, tapi dalam perkara apa dan siapa yang diamankan saya tidak tau,” paparnya pada awak media, Kamis (4/10/2018).
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan serangkaian operasi tangkap tangan di Jawa Timur. Untuk kali ini Pasuruan yang menjadi sasaran lembaga antirasuah tersebut. Bahkan disebut, OTT Kota Pasuruan kali ini, KPK juga mengamankan uang sebesar Rp 120 juta dijadikan barang bukti. (abd)



Loading Facebook Comments ...