Search

Wana Wisata Srigati Tutup, Pemilik Warung Bingung

Wana Wisata Srigati ydi Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi. (foto.don)

Terlebih saat bulan suro, Srigati tak pernah sepi dari kunjungan warga, terlebih warga luar kota yang ingin mencari berkah atau tirakat di lokasi keramat tersebut.

Ngawi, Reportasenews – Sejak malam satu suro, wana wisata Palereman Alas Ketonggo Srigati yang terletak di Desa Babadan Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi resmi ditutup. Penutupan atas instruksi Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.

Sayangnya, penutupan wana wisata Alas Ketonggo Srigati juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan membuka warung ditempat itu.

Yadiman, salah satu pemilik warung yang membuka usahanya di Srigati mengatakan sejak ada penutupan penghasilannya anjlok seratus persen. Tak ada satupun pembeli yang mampir ke warungnya.

“Belum ada satupun cangkir kopi yang laku hari ini. Trus kami harus makan pakai uang dari mana, belum lagi tagihan hutang yang harus kami bayar” ungkap Yadiman dengan hati gundah.

Sementara, juru kunci wana wisata Palereman Alas Ketonggo Srigati, Mbah Suyitno yang biasa disapa Mbah Nolik menyatakan penutupan sementara atas instruksi Pemkab Ngawi sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

“Masak harus hura-hura merayakan suro, padahal kondisi lagi prihatin dengan ancaman Covid-19. Ya mikir tho” ungkap Mbah Nolik ketika ditemui Reportasenews.

Diakui memang saat suro, Srigati memang banyak mendapat kunjungan tamu, baik dari dalam maupun luar Ngawi. Namun upaya penutupan oleh Pemkab Ngawi dinilai banyak kalangan sebagai langkah bijak antisipasi penyebaran Covid-19 dari luar daerah.(don)




Loading Facebook Comments ...