Search

Warga Papua Deklarasikan Anti Hoax

Gubernur Papua, Kapolda Papua, Kasdam XVII cenderawasih, Ketua pengadilan tinggi Jayapura, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peguyuban suku-suku se-kota jayapura, serta pelajar saat berfoto bersama usai kegiatan deklarasi anti hoax. ( foto : riy
Gubernur Papua, Kapolda Papua, Kasdam XVII cenderawasih, Ketua pengadilan tinggi Jayapura, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peguyuban suku-suku se-kota jayapura, serta pelajar saat berfoto bersama usai kegiatan deklarasi anti hoax. ( foto : riy

 

Jayapura, reportasenews.com – Ribuan warga Papua dari berbagai Denominasi di Jayapura, Papua mengdeklarasikan anti hoax yang mulai marak di Papua.

Deklarasi yang berlangsung di Taman Imbi Kota Jayapura ini diprakarsai oleh Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar yang juga menghadiri Deklarasi anti Hoax ini.

 

Tema deklarasi adalah Masyarakat di tanah Papua menolak dengan keras dan tegas segala bentuk penyebaran berita hoax yang berdampak konflik dan bertentangan dengan Norma Agama, Bangsa dan Negara.

 

Pembacaaan  deklarasi anti hoax dari perwakilan masyarakat tanah Papua di Jayapura dan dilanjutkan dengan penyampaian orasi anti hoax oleh Kapolda Papua Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar MH, pejabat sementara Gubernur Provinsi Papua, Kasdam XVII Cenderawasih, serta Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura.

 

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafly Amar dalam kesempatan ini Mengatakan bahwa Hoax adalah kata-kata bohong atau kata-kata yang mengandung unsur kebohongan, sehingga kita yang mengetahui Perkembangan teknologi informasi seiring berkembangnya media sosial hari ini ditengah-tengah kita tidak sedikit bahkan banyak informasi yang disebar luaskan yang tidak berdasarkan fakta dan bahkan mengandung unsur kebohongan.

 

“Ini adalah sesuatu yang membahayakan dikehidupan berbangsa dan bernegara,  yang tentunya agar tidak menjadi budaya baru bagi bangsa kita yang berdasarkan Pancasila. Oleh karena itu kultur atau budaya hoax yang merebang di media sosial hendaknya dapat kita antisipasi bersama”. Tegasnya

 

Boy Menambahkan, Penggunaan media sosial di tanah air kita Adalah sesuatu yang telah diatur oleh hukum, kita punya UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik yang telah di rubah menjadi UU No 19 Tahun 2016 yang intinya melakukan ada pelarangan penyampaian kata bohong atau penyebarluasan informasi yang berakibat berdampak dapat menimbulkan konflik sara dan mengandung unsur fitnah ini adalah bagian dari hukum di negara kita.

 

“Jadi setiap transaksi elektronik oleh warga negara harus dilandaskan kepada niat yang baik, tidak dilakukan dalam rangka melakukan ujaran kebencian, melakukan penghujatan, melakukan kebohongan yang dapat menyesatkan masyarakat”.Ungkapnya.

 

Usai Pembacaan Deklarasi Anti Hoax, dilanjutkan Dengan penandatangan spanduk anti hoax dengan panjang sekitar 100 meter oleh PJS Gubernur Papua, Kapolda Papua, Kasdam XVII cenderawasih, Ketua pengadilan tinggi Jayapura, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, peguyuban suku-suku se-kota jayapura, serta pelajar. (riy)

 




Loading Facebook Comments ...