Search

Warga Resah Air Sungai di Tempatnya Tercemar Limbah

Warga yang melihat pencemaran sungai di dusunnya. (Foto : abd)
Warga yang melihat pencemaran sungai di dusunnya. (Foto : abd)
Pasuruan, reportasenews.com –  Warga Dusun Selorawan, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Jatim, resah terkait limbah di sepanjang sungai yang mengalir di dusun yang kian meningkat meski kondisi pencemaran sudah dilaporkan ke pihak desa maupun instansi terkait. Namun, masih saja pencemaran di sungai tersebut hingga saat ini masih terjadi.
Bahkan, kondisi ini sudah hampir puluhan tahun limbah yang memunculkan bau tak sedap itu terjadi. Tak hanya itu, juga membuat air sumur warga ikut tercemar. Bukan itu saja, membuat warna limbah berganti-ganti warna setiap harinya. Dari warna hitam pekat, coklat dan merah membuat sumur warga terpaksa ditutupi karena sudah tidak bisa digunakan lagi.
Warga sekitar, terpaksa tak menggunakan air sumur mereka. Sebab, dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Terpaksa untuk kepentingan memasak dan minum, warga harus membeli air galonan. Sementara kalau terpaksa, warga menggunakan air sumur untuk mandi.”Kondosi ini sudah lama. Kalau musim kemarau, baunya gak sedap,” kata Adhim, warga sekitar, Selasa (29/5/2018).
Salah satu warga, Mukharom, mengatakan bahwa dirinya bersama warga lainnya sudah melaporkan adanya pencemaran limbah dari industri di sungai dusun, ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dan Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Namun, sayangnya belum ada perubahan.”Warga resah dengan kondisi sungai yang tercemar ini,” jelasnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Desa Cangkringmalang, Ghufron mengaku, bahwa kondisi limbah yang mencemari sungai ini terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Kades. Namun demikian pihaknya berharap ada keseriusan penanganan dari pihak terkait.“Mudah-mudahan nanti dari kunjungan Pak Camat ada solusi terbaik untuk warga,” beber dia (abd)



Loading Facebook Comments ...